WahanaNews Jakarta.co - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Pulogebang 03 Cakung, Jakarta Timur, Yulia, memberikan klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah dan Penyelenggaraan (BOSP) yang sebelumnya diberitakan oleh salah satu media daring.
Dalam klarifikasi yang disampaikan di lingkungan sekolah dan didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Yuliana, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Toto Sudianto, serta Guru Olahraga Ilham, Yulia menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS dan BOP untuk periode November–Desember Tahun Ajaran 2025 telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:
Pemkab Pakpak Bharat Sosialisasi Pengelolaan Dana BOS
Klarifikasi tersebut merespons pemberitaan RadarOnline.id pada 15 Desember 2025 berjudul “Plt Kasek SDN Pulogebang 03 Cakung Diduga Dana BOS & BOP Perkaya Diri”, yang menyoroti empat item penggunaan anggaran.
Terkait pembangunan perpustakaan, Yulia menjelaskan bahwa bangunan yang dimaksud bukan dibangun pada masa kepemimpinannya. Menurut dia, bangunan tersebut sudah ada sejak kepemimpinan Plt Kepala Sekolah sebelumnya, Jatmiko. Setelah ia menjabat, bangunan tersebut diusulkan untuk dialihfungsikan menjadi taman matematika dan tidak digunakan sebagai perpustakaan.
Mengenai anggaran obat-obatan, pihak sekolah mengakui adanya pembelian obat untuk kebutuhan kesehatan siswa di setiap kelas. Namun, Yulia menegaskan bahwa nilai anggaran tersebut tidak mencapai puluhan juta rupiah sebagaimana yang diperkirakan dalam pemberitaan.
Baca Juga:
Realisasi Dana BOS Tingkat SD di Pasaman Sumbar Capai 98 Persen
Sementara itu, untuk kegiatan ekstrakurikuler, Yulia menyebutkan bahwa sekolah menyelenggarakan empat jenis kegiatan, yakni Pramuka, Marawis, Tari, dan Paskibra. Seluruh kegiatan tersebut dibimbing oleh pelatih dari luar sekolah dengan estimasi honor sekitar Rp 1 juta per pelatih untuk periode tiga bulan.
Adapun terkait pengadaan buku digital, Yulia menyampaikan bahwa sekolah telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 10 juta untuk buku digital dari penerbit Erlangga. Ia menilai pengadaan tersebut sesuai dengan praktik yang juga dilakukan di sekolah-sekolah lain.
Yulia menambahkan, pengelolaan dana BOSP di SDN Pulogebang 03 juga telah melalui proses pemantauan dan evaluasi oleh Dinas Pendidikan melalui Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur.