JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Ratusan anggota Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar aksi damai di depan gedung Orang Tua (OT) Group di Jalan Outer Ring Road, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).
Aksi tersebut dipimpin Ketua FBR Korwil Jakarta Barat, H. Mujamil. Massa mendesak OT Group memberikan klarifikasi secara terbuka terkait kontroversi yang mencuat beberapa waktu lalu, menyusul dugaan penggunaan ayat Al-Qur'an dalam sebuah tantangan promosi yang dikaitkan dengan pemberian minuman beralkohol.
Baca Juga:
GRIB Jaya dan FBR Terseret Kasus Pungli, 22 Anggota Diciduk di Jakarta Barat
Dalam aksi tersebut, FBR menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta OT Group memberikan penjelasan kepada masyarakat, bertanggung jawab atas kontroversi yang terjadi, serta menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam.
FBR juga mendesak aparat kepolisian mengusut dugaan pelanggaran hukum dalam kegiatan tersebut dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.
"Kami meminta pihak Orang Tua Group untuk meminta maaf kepada seluruh umat Islam secara terbuka dan mengevaluasi seluruh jajaran yang terlibat. Agar hal serupa tidak terulang kembali yang dapat melukai hati umat Islam," tegas Mujamil.
Baca Juga:
Palak Pedagang, 22 Anggota FBR dan GRIB Jaya di Jakbar Ditangkap
Usai menyampaikan aspirasi, Mujamil bersama sejumlah perwakilan FBR diterima pihak OT Group untuk berdialog. Pertemuan tersebut membahas sejumlah tuntutan yang disampaikan massa.
Mujamil mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihak OT Group telah menyampaikan permintaan maaf kepada FBR dan umat Islam.
"Tadi kita sudah bertemu dengan pihak OT dan berdiskusi, dan pihak OT sudah meminta maaf. Kita sebagai umat Islam, jika orang sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf, kita harus memaafkan," ujarnya.
Meski permintaan maaf telah disampaikan, Mujamil menegaskan FBR tetap akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan.
"Ke depan, karena hal itu sudah diproses hukum oleh pihak kepolisian, kita akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan menyeret pihak-pihak yang diduga terlibat," tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama dalam kegiatan promosi yang menggunakan simbol maupun ayat suci agama.
"Kami berharap kasus serupa tidak terulang lagi di manapun. Karena kalau sudah berurusan dengan agama, itu urusan akidah," tandas Mujamil.
Setelah menyampaikan aspirasi dan berdialog dengan pihak OT Group, massa FBR membubarkan diri dengan tertib. Aksi tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Metro Jakarta Barat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif hingga massa meninggalkan tempat.