JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Kecamatan Kebon Jeruk menggelar Kebon Jeruk Fest Harmoni 2026, sebuah festival bertema Sport & Culture Festival dengan slogan "Fun Together, Harmony Forever" di halaman Kantor Kecamatan Kebon Jeruk, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi masyarakat melalui olahraga, seni budaya, pemberdayaan UMKM, sekaligus penguatan gerakan pilah sampah.
Baca Juga:
Sertijab Pejabat Pemkot Jakarta Barat, Wali Kota Iin Tekankan Sinergi dan Pelayanan Publik
Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi, mengatakan festival tersebut merupakan inisiasi untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki wilayah Kebon Jeruk.
"Kegiatan ini kami inisiasi dengan melibatkan Karang Taruna tingkat kecamatan dan kelurahan. Tujuannya membangun kebersamaan, memperkuat harmonisasi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama memajukan Kecamatan Kebon Jeruk agar semakin baik," kata Agus.
Menurut dia, festival tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberi kesempatan kepada sanggar seni budaya dan pelaku UMKM untuk menampilkan potensi yang dimiliki.
Baca Juga:
Tak Ada Kata Terlambat, 180 Anak Tidak Sekolah di Jakarta Barat Kembali Raih Hak Pendidikan
"Kami ingin UMKM di Kebon Jeruk memiliki ruang untuk berkembang. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin sehingga pelaku usaha lokal mendapat kesempatan mempromosikan produknya dan meningkatkan usahanya," ujarnya.
Selain menghadirkan kompetisi olahraga, pertunjukan budaya, dan bazar kuliner, festival juga dirangkaikan dengan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.
Agus menjelaskan, pemilahan sampah dari sumber menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha hingga perkantoran, untuk membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya. Ini merupakan langkah nyata mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus menjaga lingkungan," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin, menilai gerakan pilah sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil dan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah bersama masyarakat.
Ia berharap setiap kelurahan memiliki RW percontohan beserta agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
"Bank sampah yang sudah berjalan perlu diperkuat. Wilayah yang memiliki lahan dapat mengembangkan komposter, losida, maupun teba modern. Sedangkan kawasan padat yang tidak memiliki lahan perlu menyiapkan titik pengumpulan atau drop point yang dikelola secara tertib," ujar Imron.
Menurut dia, kantor kecamatan maupun kelurahan harus menjadi contoh dalam penerapan pemilahan sampah, termasuk saat penyelenggaraan kegiatan masyarakat.
"Jangan sampai setelah acara selesai masih ada sampah yang tidak terkelola. Sampah dari stand, konsumsi, maupun aktivitas pengunjung harus dipilah sesuai jenisnya," katanya.
Imron berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui Kebon Jeruk Fest Harmoni 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan festival, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, yang tertinggal bukan hanya kemeriahan acaranya, tetapi semakin banyak rumah tangga yang memilah sampah, bank sampah semakin aktif, UMKM semakin berkembang, budaya Betawi semakin hidup, dan peran pemuda dalam membangun wilayah semakin kuat," tuturnya.