JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, berhasil membawa wilayah tersebut menembus tiga besar kategori kelurahan dalam Jakarta Innovation Award (JIA) 2026.
Dalam ajang yang diselenggarakan Bappeda Provinsi DKI Jakarta tersebut, Kelurahan Tangki mengusung inovasi “Pilah Sampahmu, Pilih Sembakomu”, sebuah program yang mendorong masyarakat memilah sampah rumah tangga sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Baca Juga:
Terminal Kalideres Perkuat Kebersihan dengan Mobil Sweeper
Program tersebut mengubah sampah yang masih memiliki nilai ekonomis menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Konsep ini menjadi pembeda karena hasil pemilahan sampah tidak hanya dicatat sebagai tabungan atau ditukar uang, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula hingga mi instan.
Lurah Tangki Iqbal Siregar mengatakan, inovasi tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, khususnya dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Melalui pendekatan ini kami ingin mengubah pola pikir masyarakat, dari yang sebelumnya membuang sampah menjadi memilah dan memanfaatkan sampah,” ujar Iqbal.
Baca Juga:
Lomba Hiburan Rakyat Meriahkan HUT ke-81 RI di Kantor Wali Kota Jakarta Barat
Menurutnya, keberhasilan Kelurahan Tangki masuk tiga besar JIA 2026 bukan hanya hasil kerja jajaran kelurahan, tetapi juga buah kolaborasi dengan kader dan masyarakat.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang berangkat dari persoalan sehari-hari dapat memberikan manfaat nyata apabila dijalankan secara konsisten dan melibatkan masyarakat.
Kelurahan Tangki berharap pencapaian dalam JIA 2026 dapat semakin mendorong warga untuk aktif memilah sampah sekaligus memperkuat budaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Dengan inovasi “Pilah Sampahmu, Pilih Sembakomu”, Kelurahan Tangki menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya dapat ditangani sebagai masalah lingkungan, tetapi juga dapat diubah menjadi peluang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi warga.