JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Sebanyak 23 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi di Jakarta Barat.
Hingga 28 Februari 2026, program ini tercatat telah menjangkau 85.183 ribu penerima manfaat di 8 Kecamatan di wilayah Jakarta Barat.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat
Diding Wahyudin, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat Wilayah II menyebut di wilayahnya yang mencakup 4 kecamatan sudah ada 10 dapur SPPG beroperasi terdiri dari 2 SPPG di Grogol Petamburan (Gropet), 3 di Kebon Jeruk, 4 di Kembangan, dan 1 di Palmerah. Total jumlah penerima manfaat sampai saat ini sebanyak 44.119 ribu orang.
“Ya saat ini di wilayah Jakbar II sudah ada 10 dapur SPPG dengan 44.119 ribu penerima manfaat,” kata Diding kepada Jakarta.WahanaNews.co di ruangannya Jakarta Barat, Jumat (27/2/2026).
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Baca Juga:
Yayasan Pengelola MBG Lapor Polda Metro Jaya, Dituding Sajikan Makanan Bermasalah
Diding menargetkan tahun 2026 ini ada sekitar pertambahan 30 persen dari capaian penerima manfaat sampai saat ini. Total jumlah penerima manfaat di wilayah II Jakarta Barat sebanyak 165.557 orang.
“Jumlah total penerima manfaat di wilayah II Jakbar ssebanyak 165.557 orang. Tahun ini ya paling tambah lagi 30 persen dari jumlah penerima saat ini,” kata Diding.
Namun demikian, Diding menegaskan pihaknya tetap mendahulukan kualitas daripada kuantitas. Lebih baik sedikit tapi kualitas makanannya benar-benar terjaga dari pada banyak penerima manfaat tapi kualitas makanannya tidak sesuai standar BGN.
Kepada SPPG yang beroperasi di Sudin Pendidikan Jakbar Wilayah II, Diding mengimbau agar setiap SPPG melakukan pengecekan ketat terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
“Sebelum didistribusikan, diuji dulu, dicek dulu betul-betul ini layak makan apa nggak. Kan ada ahli gizinya, ada ahli kesehatan. Jangan langsung dibagi atau didistribusikan. Kalau sudah QC benar baik gizi dan menunya, baru didistribusikan,” tegas Diding.
Untuk memonitoring program MBG ini, Diding dan tim dan pengawas mulai dari staf Sudin hingga Kasatpel Kecamatan selalu berkeliling setiap hari ke sekolah-sekolah.
Sementara Agus Ramdani, Kasudin Pendidikan Jakarta Barat Wilayah I mencakup Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Tambora, dan Tamansari mengungkapkan jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di wilayahnya sebanyak 13 SPPG dengan 41.049 ribu penerima manfaat.
“Sampai saat ini ada 13 dapur SPPG yang telah beroperasi dengan 41.049 ribu penerima manfaat di wilayah I Jakarta Barat,” kata Agus kepada Jakarta.WahanaNews.co di ruangannya, Jumat (27/2/2026).
Kasudin Pendidikan Jakbar Wilayah II dan jajaran. [WAHANANEWS / IST]
Agus merinci di Cengkareng ada 4 SPPG, di Kalideres ada 8 SPPG, dan di Tambora baru ada 1 SPPG.
Sementara di Tamansari sendiri sampat saat ini belum ada dapur SPPG karena kendala lahan dan biaya sewa yang mahal.
“Posisi Tamansari itu kan di tengah kota. Kebanyakan lahan di sana untuk hiburan dan perdagangan. Jadi mencari lahan untuk dapur MBG di Tamansari memang agak kesulitan,” kata Agus.
Terkait pelaksaan program MBG ini, Agus mengaku terus melakukan evaluasi yang sangat ketat dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas terutama soal kebersihan dan gizi makanan yang disajikan.
Agus menyampaikan jumlah sekolah baik negeri dan swasta di wilayah Jakarta Barat 1 sebanyak 1.114. Ia menargetkan tahun ini program MBG dapat menyasar setegah sekolah dari jumlah tersebut yang ada di wilayahnya.
“Ya paling tidak terus bertambah. Akses sekolah yang masuk gang sempit membuat program ini juga tidak bisa tersentuh oleh SPPG,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengimbau agar pemilik SPPG menjalankan kegiatan prioritas Presiden RI Prabowo ini sesuai dengan SOP mulai dari sanitasinya, kebersihannya, higienitasnya, dan juga makanan-makanan yang disajikan.
“Itu panduan gizinya harus sesuai yang diamanahkan di SOP pendirian SPPG,” pungkasnya.