Jakarta.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif dimulainya proses lelang Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat (JORR III), karena proyek ini dinilai akan menjadi kunci utama integrasi kawasan aglomerasi Jabodetabekjur dan pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di wilayah metropolitan.
“Tol Sentul Selatan-Karawang Barat memiliki arti strategis yang sangat besar karena akan menjadi penghubung utama antarwilayah penyangga Jakarta yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional,” ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga:
80 Tahun Indonesia Merdeka, Akhirnya Listrik Menerangi Untemungkur Tapteng
Menurut Tohom, proyek sepanjang 60,36 kilometer dengan nilai investasi Rp34,75 triliun tersebut bukan hanya membangun jalan baru, tetapi menciptakan sistem konektivitas yang menyatukan kawasan Bogor, Sentul, Cibubur, Bekasi, Karawang, dan koridor industri utama di Jawa Barat.
“Karena itu kami menyebut proyek ini sebagai kunci integrasi aglomerasi Jabodetabekjur, sebab JORR III akan menghubungkan pusat pertumbuhan, kawasan industri, permukiman, dan jaringan logistik dalam satu sistem transportasi yang jauh lebih efisien,” katanya.
Tol ini akan terkoneksi dengan Tol Bogor Ring Road, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, dan Tol Jakarta-Cikampek Eksisting, sehingga membentuk simpul strategis yang mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama kawasan metropolitan.
Baca Juga:
PLTS Atap 22,5 MWp Resmi Beroperasi, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Ekosistem Energi Bersih
Menurut Tohom, manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga akan mempercepat distribusi barang, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Ketika mobilitas antarkawasan menjadi lebih lancar, produktivitas akan meningkat dan kawasan aglomerasi dapat berkembang secara lebih seimbang dan terencana,” ujarnya.
Ia menilai proyek ini sejalan dengan arah pembangunan yang berfokus pada penguatan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Pembangunan aglomerasi tidak cukup hanya dengan konsep tata ruang, tetapi harus ditopang infrastruktur yang benar-benar mampu menyatukan wilayah-wilayah strategis,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa Jabodetabekjur membutuhkan konektivitas yang terintegrasi agar pergerakan manusia, barang, dan investasi dapat berlangsung lebih efisien.
“Jika integrasi transportasi berjalan baik, maka tekanan kemacetan dapat berkurang, kawasan tumbuh lebih tertata, dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan,” tuturnya.
Menurut Tohom, nilai investasi Rp34,75 triliun menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan pentingnya proyek ini bagi masa depan kawasan metropolitan.
“JORR III akan menjadi salah satu infrastruktur paling strategis yang memperkuat struktur ekonomi Jabodetabekjur sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sepanjang koridor tol,” katanya.
Ia meyakini kehadiran tol tersebut akan mendorong terciptanya pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas regional, dan meningkatkan efisiensi nasional.
“Ketika infrastruktur terintegrasi, pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]