Menurut Kepala UPRS V, pendistribusian ember dilakukan secara bertahap melalui masing-masing Ketua RT karena jumlahnya masih terbatas.
Pengelola juga menyediakan tempat pembuangan khusus botol air mineral serta tempat sampah terpilah di sejumlah titik strategis agar masyarakat lebih mudah membiasakan diri memilah sampah.
Baca Juga:
Jajaki Investasi China untuk Atasi Sampah Bantul, MARTABAT Prabowo-Gibran: Teknologi Harus Menjawab Persoalan Masyarakat
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, sekitar 300 warga yang terdiri dari Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, dan penghuni Rusunawa Daan Mogot mengikuti kegiatan kerja bakti bersama.
Kegiatan difokuskan pada pembuatan lubang penampungan sampah organik yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah menjadi kompos.
Hasil kompos tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung penghijauan serta pemeliharaan lingkungan di kawasan rusunawa.
Baca Juga:
Kepala UPRS V dan Warga Penghuni Rusun Apresiasi Kegiatan Baksos Kementerian PKP
Muhammad Ali menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga partisipasi aktif seluruh penghuni.
Melalui gerakan ini, Rusunawa Daan Mogot diharapkan dapat menjadi percontohan kawasan hunian vertikal yang mampu mengelola sampah secara mandiri, mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus menumbuhkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat.