Jakarta.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membuka akses gratis transportasi umum dan sejumlah destinasi wisata daerah pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 dalam rangka HUT ke-499 Jakarta.
“Ini langkah cerdas dan inklusif karena Jakarta tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai pusat aglomerasi yang denyut sosial dan ekonominya terhubung dengan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cianjur, dan daerah sekitarnya,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga:
Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Tumbangkan Washington DC dan Abu Dhabi
Tohom mengatakan kebijakan akses gratis bagi pemegang KTP seluruh Indonesia menunjukkan bahwa Jakarta sedang bergerak menuju wajah kota yang lebih terbuka, ramah, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, transportasi gratis seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta pada momentum HUT Jakarta dapat menjadi pesan kuat bahwa mobilitas warga adalah bagian penting dari keadilan perkotaan.
Ia menilai kebijakan tersebut juga memberi ruang bagi warga aglomerasi Jabodetabekjur untuk ikut menikmati fasilitas ibu kota tanpa dibatasi sekat domisili yang terlalu sempit.
Baca Juga:
Pramono: Panggung Dunia Hadir di Jakarta karena Kota Ini Dinilai Aman dan Nyaman
“Jakarta tumbuh karena kontribusi banyak warga dari luar Jakarta, sehingga wajar bila perayaan hari jadinya juga dirasakan oleh masyarakat dari berbagai daerah,” kata Tohom.
Tohom menyebut konsep aglomerasi Jabodetabekjur harus diterjemahkan dalam kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari transportasi, ruang publik, wisata, olahraga, budaya, hingga ekonomi kreatif.
Ia mengatakan perayaan HUT Jakarta yang melibatkan layanan transportasi, Ancol, Ragunan, Monas, museum, fasilitas olahraga, Setu Babakan, hingga Jakarta International Stadium dapat menjadi contoh tata kelola kota yang menghubungkan rekreasi, budaya, mobilitas, dan kebersamaan sosial.
Menurut dia, kebijakan seperti ini penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga pengalaman kota yang manusiawi, mudah diakses, dan memberi ruang interaksi lintas komunitas.
“Transportasi publik dan ruang wisata yang terbuka akan memperkuat rasa memiliki warga terhadap Jakarta, termasuk warga penyangga yang setiap hari ikut menggerakkan ekonomi ibu kota,” ujarnya.
Tohom menilai momentum HUT ke-499 Jakarta harus menjadi pintu untuk memperkuat integrasi layanan publik di kawasan Jabodetabekjur secara lebih visioner.
Ia mengatakan tantangan Jakarta ke depan bukan hanya membangun fasilitas besar, tetapi memastikan fasilitas tersebut benar-benar bisa diakses masyarakat luas secara nyaman, aman, dan terhubung.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa masa depan Jakarta sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun konektivitas dengan wilayah sekitar.
Menurutnya, Jakarta jangan berjalan sendiri karena kemacetan, mobilitas pekerja, pariwisata, kualitas udara, pengelolaan sampah, dan ruang publik merupakan persoalan lintas batas wilayah.
“Jakarta baru harus menjadi simpul kolaborasi, bukan menara yang berdiri sendiri di tengah kawasan aglomerasi,” kata Tohom.
Ia juga mengapresiasi hadirnya kegiatan budaya Betawi di Setu Babakan karena pembangunan kota modern harus tetap berakar pada identitas lokal.
Menurut Tohom, pelestarian ondel-ondel, rebana biang, tanjidor, gambang kromong, palang pintu, kuliner Betawi, dan rumah adat Betawi merupakan bagian dari menjaga jiwa Jakarta di tengah perubahan zaman.
“Jakarta boleh semakin global, tetapi akar Betawi harus tetap hidup sebagai identitas budaya yang memberi warna dan karakter kota,” ujarnya.
Tohom juga melihat kegiatan JIS Sport Festival dan Kampung Bola JIS sebagai bentuk pemanfaatan ruang publik modern yang dapat mempertemukan olahraga, hiburan, UMKM, komunitas, dan keluarga.
Ia mengatakan konsep sportainment di JIS sejalan dengan kebutuhan kota masa depan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesehatan warga, kebahagiaan publik, dan interaksi sosial.
“Ruang publik seperti JIS harus terus dihidupkan agar masyarakat merasa bahwa fasilitas besar negara dan daerah benar-benar kembali kepada rakyat,” ucapnya.
Tohom berharap kebijakan transportasi dan wisata gratis dalam HUT Jakarta tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi inspirasi untuk membangun sistem layanan publik yang makin terintegrasi di kawasan Jabodetabekjur.
Ia mengatakan pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki semangat besar dalam memperkuat pemerataan, konektivitas, dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“MARTABAT Prabowo-Gibran melihat Jakarta sebagai etalase perubahan nasional, sehingga setiap kebijakan yang inklusif, terbuka, dan berpihak kepada rakyat patut didukung,” kata Tohom.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan layanan transportasi umum dan sejumlah destinasi wisata milik daerah dapat dinikmati gratis pada 22, 27, dan 28 Juni 2026, serta berlaku bagi pemegang KTP seluruh Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah menerima masukan dari masyarakat, terutama warga luar Jakarta yang ingin ikut menikmati momentum perayaan ulang tahun ibu kota.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan berbagai rangkaian acara, termasuk Gebyar Seni Budaya Betawi di Setu Babakan serta JIS Sport Festival x Kampung Bola JIS yang menghadirkan olahraga, hiburan, bazar UMKM, komunitas, dan kemeriahan nonton bareng Piala Dunia 2026.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]