WahanaNews Jakarta.co - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Terminal Senen, Jakarta Pusat, mengeluhkan pembangunan lapak yang dilakukan di area tempat mereka selama ini berjualan. Para pedagang mengaku belum mendapat kepastian mengenai nasib mereka setelah pembangunan tersebut selesai.
Kurdi, seorang pedagang kopi di Terminal Senen, mengatakan dirinya telah berjualan di lokasi tersebut selama kurang lebih tujuh tahun. Menurut dia, selama kepemimpinan Kepala Terminal sebelumnya, para pedagang diwajibkan membayar retribusi melalui Bank DKI. Namun, setelah terjadi pergantian pimpinan, mekanisme pembayaran berubah.
Baca Juga:
Satgas Pangan Poldasu Sidak Ke Pasar Petisah, Harga Bapokting Cukup Terkendali
"Dulu kami setor retribusi melalui Bank DKI. Setelah pergantian kepala terminal, kami diminta membayar retribusi kepada pengurus terminal sebesar Rp150.000 per bulan," ujar Kurdi, Minggu (28/7).
Kurdi mengaku para pedagang merasa kebingungan setelah beberapa waktu lalu Kepala Terminal meminta mereka segera mengosongkan lapak dengan alasan akan dilakukan pembangunan.
"Kami diminta mengosongkan tempat karena katanya akan dibangun. Besoknya ada pihak Cosmos datang melakukan pengukuran, dan sekarang kios sedang dibangun," katanya.
Baca Juga:
Pedagang Takjil di Ciputat Keluhkan Harga Bahan Pokok
Sebelumnya, lanjut Kurdi, pihak terminal juga sempat meminta dokumen berupa fotokopi Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta foto suami istri. Saat itu para pedagang mengira pembangunan dilakukan untuk kepentingan mereka.
"Awalnya kami senang karena dikira lapak baru untuk pedagang. Namun, setelah pembangunan berjalan, kami khawatir tidak lagi bisa berjualan di sini," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Marsidi, pedagang sate Madura di Terminal Senen. Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kepastian serta menyediakan tempat usaha yang layak apabila para pedagang harus direlokasi.
"Kalau memang harus direlokasi agar lebih rapi dan tertata, kami setuju. Kami juga siap memenuhi kewajiban membayar retribusi sesuai aturan," ujar Marsidi.
Ia meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberikan perhatian kepada para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari aktivitas berdagang di Terminal Senen.
"Kami berharap pemerintah memperhatikan kami. Penghasilan dari berdagang ini menjadi sumber nafkah untuk menghidupi keluarga," katanya.
Marsidi juga berharap Dinas Perhubungan dapat melakukan pembinaan terhadap para pedagang kaki lima di sekitar Terminal Senen agar mereka tetap memiliki ruang untuk mencari nafkah.
Sementara itu, hingga berita diterbitkan, Kepala Terminal Senen B. Siregar maupun Sigit selaku Kepala Operasional Terminal dan Angkutan Jalan DKI Jakarta belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait keluhan para pedagang tersebut.
[Redaktur: Jupriadi]