Jakarta.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif hadirnya tiga mal baru yang akan mulai beroperasi pada 2026 di kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
Organisasi ini menilai geliat ekspansi sektor ritel tersebut menunjukkan bahwa kawasan megapolitan itu tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan destinasi investasi yang paling menjanjikan.
Baca Juga:
Rontok di Tengah Persaingan, GS Supermarket Tutup Seluruh Gerai Mei Ini
MARTABAT Prabowo-Gibran menyebut kondisi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional di era pemerintahan Prabowo–Gibran berada pada level sangat tinggi.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pembukaan tiga mal baru -- Jakarta Shopping Mall at Menara Jakarta, Lippo Mall East Side Holland Village, dan Summarecon Mall Bekasi Phase 2 -- menandai semakin kuatnya daya tarik kawasan Jabodetabekjur sebagai pasar ritel terbaik dan paling dinamis di Indonesia.
“Ekspansi ini mengonfirmasi bahwa Jabodetabekjur bukan hanya pusat konsumsi, tetapi juga pusat inovasi gaya hidup dan ekonomi urban Indonesia. Tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan baru sektor ritel, dengan kompetisi yang lebih sehat dan pelayanan yang lebih berorientasi pada pengalaman konsumen,” ujar Tohom, Sabtu (29/11/2025).
Baca Juga:
Dukung Inovasi Ritel, Wamendag Roro Tegaskan Kontribusi Ritel bagi Ekonomi dan Perdagangan Nasional
Menurut Tohom, perubahan lanskap ritel ini akan memaksa para pemain lama untuk bertransformasi.
Masyarakat kini tidak hanya mencari tempat belanja, tetapi pusat pengalaman (experience center) yang mampu memenuhi kebutuhan rekreasi, gaya hidup, teknologi, hingga hiburan keluarga.
“Mal yang tidak berinovasi akan tergeser secara alami. Konsumen pasca-pandemi memiliki preferensi yang lebih matang: mereka menginginkan ruang yang inspiratif, interaktif, dan memberikan nilai tambah emosional. Ini tantangan, sekaligus peluang besar,” jelasnya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa keberadaan tiga mal baru ini akan mendistribusikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi secara lebih merata di dalam aglomerasi Jabodetabekjur.
Menurutnya, ekspansi ini akan memperkuat struktur urban, memperluas klaster bisnis, serta mendorong aksesibilitas dan integrasi transportasi di kawasan penyangga.
“Kita sedang memasuki fase baru urbanisasi terstruktur. Pertumbuhan mal harus sejalan dengan penguatan infrastruktur akses, termasuk transportasi publik terpadu, agar dampaknya optimal bagi ekonomi lokal. Jika dikelola dengan visi jangka panjang, Jabodetabekjur akan menjadi megapolitan paling kompetitif di Asia Tenggara,” tegas Tohom.
Ia juga menyoroti bahwa kehadiran mal-mal premium yang tetap perkasa dengan tingkat hunian di atas 80% menunjukkan bahwa daya beli masyarakat perkotaan masih kuat.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketimpangan performa antara mal premium dan mal kelas bawah harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan pelaku usaha agar tidak terjadi “kesenjangan destinasi urban” yang terlalu ekstrem.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]