JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Unting Patri Wicaksono Pribadi mengatakan masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan menanggapi wacana pemerintah yang mau menyesuaikan tarif peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan yang direncanakan akan mulai berlaku pada tahun ini.
“Kan belum naik. Masih wacana. Harapan saya sih masyarakat jangan terlalu reaktif. Naik, terus langsung resah gitu,” kata Unting di ruangannya, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga:
Urgensi Empati dalam Komunikasi Kebijakan Publik
Ia juga mengatakan belum mengetahui kondisi atau skema kenaikan nanti karena namanya baru wacana dan belum dibahas. Teknis dan kebutuhannya juga belum dihitung.
Unting melihat jika dibanding dengan negara-negara lain dan dikonversi ke mata uang dolar Amerika, kenaikan iuran peserta JKN terakhir pada 2020 lalu dibanding tahun ini sebenarnya mengalami penurunan.
“Sebenarnya ada penurunan kalau kita lihat misalnya banyak peralatan medis yang masih kita impor yang secara kebijakan sebenarnya membebani,” ungkap Unting.
Baca Juga:
Dirut BPJS: 120.472 Peserta PBI Penyakit Katastropik Sudah Aktif Kembali
Bahkan, kata Unting, peninjauan kenaikan itu sebenarnya setiap 2 tahun. Dari kenaikan terakhir tahun 2020 hingga sekarang ada sebenarnya sudah 6 tahun.
“Itu artinya pemerintah benar-benar melakukan banyak pertimbangan sebelum membuat kebijakan baru,”
Menurut Unting, yang perlu diperhatikan masyarakat terutama warga Jakarta Barat adalah berpartisipasi aktif untuk memastikan kepesertaan JKN-nya aktif.