Menurut Tohom, fasilitas ini akan memangkas ketergantungan uji kendaraan di luar negeri sekaligus menurunkan biaya produksi nasional.
“Efisiensi ini pada akhirnya akan dirasakan konsumen, baik dari sisi harga maupun kualitas kendaraan,” katanya.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang Kereta Api, 3 Proyek di Jawa Barat Jadi Prioritas
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menyebutkan bahwa proyek strategis seperti ini memperlihatkan wajah baru kawasan Jabodetabekjur sebagai satu kesatuan aglomerasi modern.
“Bekasi tidak bisa lagi dipandang sebagai daerah penyangga semata. Dengan infrastruktur kelas dunia, Bekasi adalah bagian inti dari kota global Jabodetabekjur,” ujarnya.
Ia mendorong agar pemerintah pusat dan daerah menjaga kesinambungan pembangunan kawasan, mulai dari konektivitas transportasi, tata ruang, hingga penguatan SDM lokal.
Baca Juga:
Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Medan Rampung, Siap Digunakan untuk MPLS Tahun Ajaran 2026/2027
Tohom juga mengapresiasi penggunaan produk dalam negeri dan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek tersebut.
Menurutnya, pendekatan ini menciptakan efek ganda ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian industri konstruksi nasional.
“Inilah model pembangunan yang ideal: berstandar global, tetapi berakar kuat pada kapasitas nasional,” pungkasnya.