WahanaNews Jakarta.co - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kental dalam acara halalbihalal yang digelar PWI Jaya pada Senin (30/3), di Markas, Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya, lantai 9, Petojo, Jakarta Pusat. Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus harian, seksi-seksi, kelompok kerja (Pokja) PWI di lima wali kotamadya, dan undangan, ini, berlangsung sederhana, namun sarat makna silaturahmi pasca-Idulfitri.
Bendahara umum PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, termasuk di antara tamu undangan yang hadir. Ketua PWI Jaya 2019-2024, Sayid Iskandarsyah, ikut membaur. Tampak juga wartawan senior A.R.Loebis dan Meiriyon Moeis.
Baca Juga:
Antusiasme Warga Warnai Fun Walk PWI Jakut, Peserta Bawa Pulang Sepeda Listrik
Ketua Dewan Penasihat (Wanhat) PWI Jaya, Benny N.Juwono, juga hadir, bersama wakil ketua wanhat Adhi Wargono, serta dua anggota, James Tobing dan dan A. Ristanto. Dari jajaran Dewan Kehormatan (DK), hadir Theo M Yusuf (ketua), Irda (sekretaris), dan Mangarahon Dongoran (anggota).
Dari jajaran Pengurus Harian, Kesit Budi Handoyo (ketua), Arman Suparman (sekretaris), Haresty Amrihani (wakil sekretaris), Bagus Sudarmanto (wakil ketua bidang organisasi), Tb. Adhi (wakil ketua bidang kerja sama dan hubungan antar-lembaga), Dar Edi Yoga (bendahara), Elly Simanjuntak ( wakil bendahara), dan Penerus Bonar (wakil ketua bidang advokasi & pembelaan wartawan).
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa konsep potluck sengaja diusung untuk membangun kebersamaan yang lebih kuat di antara anggota.
Baca Juga:
Polda Jambi menggelar Syukuran Hari Ulang Tahun HUT ke-75 Polairud Tahun 2025
Menurut Kesit, ide tersebut disambut dengan antusias oleh para anggota, yang kemudian berkontribusi membawa berbagai hidangan dari rumah masing-masing. Hasilnya, tak kurang dari 50 jenis makanan tersaji dan dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban.
“Dari bakso, lupis, tahu krispi, risol, somai, puding, singkong rebus, hingga buah-buahan dan masih banyak lagi. Ini bukan sekadar makanan, tapi simbol kebersamaan dan gotong royong kita,” ujarnya.
Antusiasme tinggi membuat ruang pertemuan dipenuhi peserta hingga terasa sesak. Namun kondisi itu justru mencerminkan kuatnya solidaritas dan semangat kekeluargaan di lingkungan PWI Jaya.