Banten.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) melalui Sustainable Aglo City Summit 2026.
“Penguatan aglomerasi Jabodetabekpunjur merupakan terobosan besar yang sangat visioner. Ini bukan hanya soal koordinasi antardaerah, tetapi tentang membangun mesin pertumbuhan baru yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Baca Juga:
Manajer Kopdes Berstatus Pegawai BUMN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Transformasi Ekonomi Rakyat
Menurut Tohom, kawasan Jabodetabekpunjur merupakan pusat aktivitas ekonomi nasional yang menyumbang porsi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.
Karena itu, pembangunan yang dilakukan secara parsial sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan urbanisasi, kemacetan, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan tekanan lingkungan.
Ia menilai, inisiatif yang dimulai Pemkab Tangerang ini menunjukkan kepemimpinan daerah yang progresif dan selaras dengan visi pemeringah pusat dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang terkoordinasi, cepat, dan berdampak langsung bagi rakyat.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran: APBD DKI 2026 Perkuat Aglomerasi Jabodetabekjur dan Infrastruktur Publik
“Jika transportasi publik terkoneksi, sistem pengelolaan sampah disatukan, dan rantai pasok pangan dibangun secara regional, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara signifikan. Biaya logistik turun, mobilitas warga menjadi lebih mudah, dan ekonomi lokal tumbuh lebih sehat,” katanya.
Tohom menilai aglomerasi modern adalah wujud nyata dari pemerintahan yang mampu melampaui ego sektoral dan batas administrasi.
Dalam pandangannya, masa depan kota-kota besar Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin daerah untuk berpikir dalam satu ekosistem.