WahanaNews Jakarta.co - Peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Administrasi Jakarta Timur berlangsung semarak sekaligus sarat makna. Kegiatan yang digelar di Aula Bambu Apus Blok C, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (30/4/2026), menegaskan komitmen kuat kaum perempuan dalam mendukung gerakan pilah sampah dari sumbernya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kader PKK yang siap menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Baca Juga:
Peresmian dan Pengukuhan Pengurus Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur Periode 2024–2029 Berlangsung Khidmat
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, serta Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Essie Feransie.
Menurut Munjirin, komitmen pilah sampah merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah menggalakkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Komitmen ini diinisiasi oleh ibu-ibu PKK dan patut diapresiasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memang sedang mendorong agar pemilahan sampah dimulai dari sumbernya. Alhamdulillah, para kader PKK siap membantu dan telah menandatangani komitmen bersama,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemkot Jaktim Desak PAM Jaya Tutup Lubang Galian Sesuai SOP Usai Kecelakaan di Condet
Ia menambahkan, partisipasi aktif kaum perempuan sangat strategis dalam menekan volume sampah yang berakhir di TPST Bantargebang. Upaya ini dinilai menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Selain penandatanganan komitmen pilah sampah, peringatan Hari Kartini juga diisi dengan berbagai kegiatan kreatif dan inspiratif. Di antaranya pemberian kacamata gratis bagi kader PKK, peragaan busana berbahan daur ulang, lomba menghias tumpeng, serta “pasar tumbuh” yang menampilkan hasil urban farming dari seluruh kelurahan di Jakarta Timur.
“Acaranya sangat menarik, variatif, dan penuh inovasi. Banyak hal yang patut kita apresiasi dari peran aktif ibu-ibu PKK,” tambahnya.