Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa kehadiran Japek II Selatan akan memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kawasan aglomerasi Jabodetabek dan sekitarnya.
“Konektivitas Sadang hingga Jatiasih akan membuka simpul-simpul ekonomi baru, termasuk kawasan industri dan permukiman yang selama ini belum terintegrasi optimal,” jelasnya.
Baca Juga:
Kementerian PU Percepat Perbaikan Jalan Nasional di Lampung Jelang Mudik Lebaran 2026
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi ruas tol ini dengan jaringan lain seperti Tol Cimanggis-Cibitung yang menjadi bagian dari JORR 2.
Menurutnya, integrasi tersebut akan menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mengurangi bottleneck di titik-titik krusial seperti KM 66.
“Dengan kapasitas hingga 2.000 kendaraan per jam, ini bukan hanya solusi jangka pendek saat mudik, tetapi fondasi sistem transportasi modern,” tegasnya.
Baca Juga:
Skema Buffer Zone Disiapkan di Rest Area Tol untuk Antisipasi Kepadatan Mudik Lebaran 2026
Lebih jauh, Tohom memandang proyek ini sebagai simbol keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional yang harus dijaga momentumnya.
“Ke depan, kita butuh lebih banyak proyek seperti ini yang tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]