"Kami mengajak seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha hingga perkantoran, untuk membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya. Ini merupakan langkah nyata mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus menjaga lingkungan," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin, menilai gerakan pilah sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil dan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah bersama masyarakat.
Baca Juga:
Sertijab Pejabat Pemkot Jakarta Barat, Wali Kota Iin Tekankan Sinergi dan Pelayanan Publik
Ia berharap setiap kelurahan memiliki RW percontohan beserta agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
"Bank sampah yang sudah berjalan perlu diperkuat. Wilayah yang memiliki lahan dapat mengembangkan komposter, losida, maupun teba modern. Sedangkan kawasan padat yang tidak memiliki lahan perlu menyiapkan titik pengumpulan atau drop point yang dikelola secara tertib," ujar Imron.
Menurut dia, kantor kecamatan maupun kelurahan harus menjadi contoh dalam penerapan pemilahan sampah, termasuk saat penyelenggaraan kegiatan masyarakat.
Baca Juga:
Tak Ada Kata Terlambat, 180 Anak Tidak Sekolah di Jakarta Barat Kembali Raih Hak Pendidikan
"Jangan sampai setelah acara selesai masih ada sampah yang tidak terkelola. Sampah dari stand, konsumsi, maupun aktivitas pengunjung harus dipilah sesuai jenisnya," katanya.
Imron berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui Kebon Jeruk Fest Harmoni 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan festival, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, yang tertinggal bukan hanya kemeriahan acaranya, tetapi semakin banyak rumah tangga yang memilah sampah, bank sampah semakin aktif, UMKM semakin berkembang, budaya Betawi semakin hidup, dan peran pemuda dalam membangun wilayah semakin kuat," tuturnya.