Persaingan yang ketat ditambah keterbatasan fisik membuat perjuangannya tidak mudah. Bahkan, karena kondisi ekonomi yang semakin sulit, Evi mengaku tidak memiliki tempat tinggal tetap dan harus berpindah-pindah, bahkan kerap bermalam di masjid bersama anaknya.
Meski demikian, perempuan tangguh itu tetap menyimpan harapan besar. Ia berharap semakin banyak perusahaan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas tanpa memandang usia maupun kondisi fisik.
Baca Juga:
Meutya Hafid Dorong Disabilitas Jadi Motor Inovasi dalam Transformasi Digital Nasional
"Harapannya agar dipermudah aja untuk bagian para penyandang disabilitas apapun kondisinya mohon diterima dengan baik tanpa ada intimidasi atau apa pun," ungkap Evi.
Kisah Evi menjadi potret nyata bahwa semangat untuk bangkit dan bekerja dapat tumbuh di tengah berbagai keterbatasan. Kehadirannya di Career Fest Jakarta Timur bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga membawa harapan akan dunia kerja yang semakin inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
[Redaktur: Jupriadi]