Jakarta.WAHANANEWS.CO — Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai penyelenggaraan BUMD Leaders Forum 2026 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus dimaknai sebagai langkah awal memperkuat integrasi ekonomi kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
Forum ini dinilai strategis untuk mendorong peran BUMD tidak hanya sebagai penggerak ekonomi Jakarta, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan kawasan metropolitan yang lebih luas.
Baca Juga:
KUHP Baru: Tak Hanya Direksi, Penerima Manfaat Juga Bisa Dijerat Pidana
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa arah konsolidasi BUMD harus diperluas ke skala regional.
“Jakarta tidak bisa berdiri sendiri sebagai global city. Kekuatan sebenarnya ada pada integrasi dengan kawasan aglomerasi Jabodetabekjur. BUMD harus menjadi penghubung ekonomi lintas wilayah, bukan hanya pemain lokal,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Forum yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini mengangkat pentingnya sinergi dalam menghadapi tekanan geopolitik dan ancaman perubahan iklim seperti El Nino.
Baca Juga:
Jubel Simanungkalit Dilantik Menjadi Direktur PT Sarana Pembangunan Tapian Nauli
Menurut Tohom, tantangan tersebut justru mempertegas urgensi kolaborasi antarwilayah dalam satu ekosistem ekonomi.
“Distribusi pangan, pengelolaan air, hingga mobilitas urban di Jabodetabekjur saling terhubung. Jika BUMD Jakarta kuat tetapi daerah penyangga lemah, maka ketahanan ekonomi tidak akan tercapai secara utuh,” jelasnya.
Ia menilai, sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta dan penjaminan melalui Jamkrida Jakarta harus mulai diarahkan untuk mendukung proyek-proyek strategis lintas wilayah, termasuk infrastruktur, logistik pangan, dan pengelolaan limbah terpadu.