Para tamu kehormatan tersebut terdiri dari 500 anak Sekolah Minggu Kristen–Katolik, 500 guru Sekolah Minggu Kristen–Katolik, 500 koster gereja Kristen–Katolik, 500 guru agama Kristen–Katolik, 400 anggota paduan suara Kristen–Katolik, 500 anak yatim piatu Kristen–Katolik, serta 100 penyandang disabilitas Kristen–Katolik.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. [WAHANANEWS / PANITIA]
Baca Juga:
Natal Nasional Digelar di Toba, Panitia Serahkan 4 Jenis Bantuan Sosial
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa Natal Nasional 2025 memberi ruang utama bagi mereka yang setia melayani dan menjadi cerminan keragaman dalam kasih Kristus.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan bahwa keputusan menghadirkan para tamu kehormatan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian nyata.
“Kami ingin Natal Nasional benar-benar dirasakan oleh mereka yang selama ini melayani dengan tulus dan menjadi cerminan dari keragaman dalam kasih Kristus yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Maruarar.
Baca Juga:
Jelang Puncak Natal Nasional 2025, Panitia Salurkan 20.000 Paket Sembako di 10 Titik
Seluruh tamu kehormatan masing-masing menerima bantuan kasih sebesar Rp1.500.000 per orang, dengan total dukungan mencapai Rp4,5 miliar.
Selain itu, Natal Nasional kali ini tidak menghadirkan artis nasional melainkan penyanyi-penyanyi gereja lokal dari seluruh Nusantara yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk dapat melayani secara langsung di Jakarta.
Berdampak Untuk Bangsa, Menyasar Keluarga di Indonesia