Natal Nasional 2025 juga diwujudkan melalui rangkaian aksi sosial tanggap bencana alam yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia sejak November 2025.
Di Medan, Panitia Natal Nasional menyalurkan bantuan senilai Rp550 juta berupa 1.100 paket sembako kepada masyarakat terdampak pada 28–30 November 2025. Aksi serupa dilakukan di Aceh dengan bantuan Rp550 juta berupa 1.520 paket sembako pada 5–8 Desember 2025.
Baca Juga:
Natal Nasional Digelar di Toba, Panitia Serahkan 4 Jenis Bantuan Sosial
Di kawasan terdampak erupsi Semeru, Jawa Timur, bantuan senilai Rp350 juta berupa 1.000 paket sembako disalurkan pada 27–29 November 2025. Sementara itu, di Padang, bantuan Rp800 juta berupa 1.600 paket sembako disalurkan pada 3–6 Desember 2025, dan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bantuan Rp550 juta berupa 2.000 paket sembako diberikan pada 2–10 Desember 2025.
Selain bantuan pangan, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyalurkan bantuan sandang dan perlengkapan kebersihan serta mendirikan dua dapur umum di Medan dan dua dapur umum di Aceh. Secara keseluruhan, total bantuan sosial bencana alam yang telah disalurkan mencapai Rp2,8 miliar dengan jumlah 7.220 paket sembako.
Tidak hanya berfokus pada respon terhadap bencana, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyiapkan program bantuan berkelanjutan untuk memperkuat masa depan keluarga Indonesia.
Baca Juga:
Jelang Puncak Natal Nasional 2025, Panitia Salurkan 20.000 Paket Sembako di 10 Titik
Di bidang pendidikan, bantuan senilai Rp10 miliar disalurkan kepada 1.000 penerima manfaat di Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai, dan Nias, masing-masing menerima Rp10 juta per orang. “Pendidikan adalah jalan pembebasan dan harapan.
Melalui bantuan ini, kami ingin menanamkan iman dalam tindakan yang mempersiapkan masa depan generasi muda,” ujar Maruarar.
Di bidang kesejahteraan masyarakat, Panitia Natal Nasional 2025 juga menyiapkan pembagian 20.000 paket sembako di sepuluh wilayah tersebut, bantuan kesehatan berupa 35 unit ambulans yang disebar di berbagai daerah dan lintas umat di Jakarta, serta dukungan renovasi 100 gereja di 38 provinsi dengan total nilai Rp10 miliar.