Program ini mencakup renovasi gereja-gereja di wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, dan NTT, serta puluhan provinsi lainnya.
Bantuan yang disalurkan juga mencakup pembangunan dua jembatan di Papua Pegunungan senilai Rp2,5 miliar, pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman di Desa Sinakma, Wamena, Papua Pegunungan senilai Rp3 miliar, pembagian 10.000 Alkitab kepada masyarakat, serta bantuan 1.000 kursi roda dengan total nilai Rp850 juta.
Baca Juga:
Natal Nasional Digelar di Toba, Panitia Serahkan 4 Jenis Bantuan Sosial
Selain aksi sosial, Natal Nasional 2025 juga diperkuat melalui rangkaian seminar nasional yang diselenggarakan di Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Merauke, Toraja, dan Jakarta.
Seminar-seminar ini mengangkat tema ketahanan keluarga, toleransi beragama, kesehatan mental, bahaya judi online dan narkoba, serta harmoni antara manusia dan alam, dengan ribuan peserta dari kalangan mahasiswa, rohaniawan, akademisi, dan masyarakat umum.
Dukungan Penuh Untuk UMKM dan Hasil Pertanian Nusantara
Baca Juga:
Jelang Puncak Natal Nasional 2025, Panitia Salurkan 20.000 Paket Sembako di 10 Titik
Perayaan Natal Nasional 2025 yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, turut melibatkan pelaku UMKM dan petani lokal melalui Pohon Natal Buah Nusantara yang disusun dari hasil bumi berbagai daerah sebagai simbol syukur dan keberpihakan pada ekonomi rakyat.
Pohon Natal ini menampilkan apel hijau Malang sebanyak 1.350 kilogram, apel merah Malang 1.532 kilogram, belimbing Cirebon 479 kilogram, jeruk Medan 976 kilogram, jeruk Pontianak 581 kilogram, manggis Subang 1.662 kilogram, nanas Subang 1.445 kilogram, pepaya Subang 971 kilogram, salak Sleman 984 kilogram, semangka Indramayu 1.133 kilogram, serta matoa Papua 150 kilogram, dan berbagai hasil pertanian Nusantara lainnya.
Menutup seluruh rangkaian Perayaan Natal Nasional 2025, Maruarar menegaskan kembali bahwa Natal adalah panggilan untuk terus bergerak dalam kasih dan pengabdian.