JAKARTAWAHANEWS.CO, Jakarta - Telah terjadi mispersepsi di tengah masyarakat terkait biaya pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR. Rasuna Said. Sebagian pihak memahami seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar. Padahal, angka tersebut bukanlah biaya pembongkaran tiang monorel semata, melainkan estimasi total biaya penataan kawasan secara menyeluruh.
Jika merujuk pada perhitungan sederhana dengan menggunakan harga satuan pembongkaran beton per meter kubik yang lazim digunakan dalam referensi biaya konstruksi, estimasi biaya pembongkaran fisik 109 tiang monorel sesungguhnya berada pada kisaran ratusan juta rupiah. Estimasi ini dapat dengan mudah diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka, termasuk estimasi biaya pembongkaran beton atau bangunan rumah, yang rata-rata berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik.
Baca Juga:
Dishub DKI Jakarta Tertibkan Pengendara Motor yang Melintas di Trotoar Ibu Kota
Jumlah tiang monorel di sepanjang Jalan HR. Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang beton. Estimasi volume satu tiang monorel berkisar antara 3 hingga 5 meter kubik, sehingga total volume pembongkaran berada pada kisaran sekitar 327 hingga 545 meter kubik. Untuk memudahkan perhitungan, angka tersebut dapat dibulatkan sehingga total volume 109 tiang monorel diperkirakan berada pada kisaran 300 hingga 500 meter kubik.
Dengan asumsi volume total pembongkaran seluruh tiang tersebut berada pada kisaran 300 hingga 500 meter kubik, maka estimasi biayanya dapat dihitung secara rasional. Apabila digunakan harga satuan Rp400.000 per meter kubik, total biaya pembongkaran berada pada kisaran sekitar Rp120 juta hingga Rp200 juta. Sementara itu, jika menggunakan harga satuan Rp600.000 per meter kubik, estimasi biayanya berkisar antara Rp180 juta hingga Rp300 juta.
Bahkan dengan menggunakan asumsi harga tertinggi, yakni Rp600.000 per meter kubik dan volume maksimal 500 meter kubik, estimasi biaya pembongkaran 109 tiang monorel hanya mencapai sekitar Rp300 juta. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah tiang yang akan dibongkar dengan memperhitungkan volume pekerjaan serta harga satuan pembongkaran beton yang umum digunakan di sektor konstruksi.
Baca Juga:
Antisipasi Tren Perminan Koin Jagat, Satpol PP DKI Ingatkan Sanksi Rp5 Juta Jika Rusak Fasum
Sebagai warga Jakarta yang mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno, saya merasa perlu meluruskan kesalahpahaman ini agar tidak menimbulkan persepsi keliru dan pandangan negatif terhadap citra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terlebih saat ini Pemprov DKI tengah berupaya membenahi, membangun, dan menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Jakarta, termasuk penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said melalui pembongkaran tiang monorel yang telah lama mangkrak.
Kesalahpahaman tersebut muncul karena pemberitaan di berbagai media online, baik nasional maupun lokal, yang dalam judulnya menyebutkan biaya pembongkaran tiang monorel sebesar Rp100 miliar. Namun jika dicermati secara utuh, isi pemberitaan tersebut sebenarnya telah menjelaskan bahwa angka Rp100 miliar merupakan estimasi biaya total untuk penataan kawasan secara menyeluruh, bukan semata-mata biaya pembongkaran tiang monorel.