Penyesuaian drainase dan utilitas juga menjadi bagian penting dalam penataan trotoar. Saluran air diperbaiki untuk mencegah genangan, sementara kabel dan pipa utilitas ditata secara rapi dan terpadu guna menjaga keselamatan serta kerapihan ruang publik. Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan trotoar berulang dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan.
Sementara itu, pekerjaan pada badan jalan utama biasanya mencakup berbagai aspek perbaikan dan perubahan yang direncanakan secara teknis, bertahap, dan berkelanjutan. Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan kondisi fisik jalan seperti penambalan lubang, perataan permukaan yang bergelombang, penguatan lapisan perkerasan, serta perbaikan struktur jalan yang mengalami penurunan mutu akibat usia, beban kendaraan, dan faktor cuaca.
Baca Juga:
Dishub DKI Jakarta Tertibkan Pengendara Motor yang Melintas di Trotoar Ibu Kota
Selain perbaikan, dilakukan pula penyesuaian desain dan fungsi jalan sesuai dengan perkembangan kebutuhan lalu lintas. Hal ini dapat berupa pelebaran jalan, penambahan lajur, pengaturan ulang jalur kendaraan, serta penyesuaian geometri jalan agar memenuhi standar keselamatan dan mengurangi kemacetan.
Pekerjaan badan jalan juga mencakup penataan fasilitas pendukung seperti marka jalan, rambu lalu lintas, median, bahu jalan, lampu penerangan jalan umum, drainase, serta fasilitas penyeberangan pejalan kaki. Dalam aspek keselamatan, dilakukan pula pengaturan dan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan berdasarkan kajian teknis dan data lalu lintas.
Penyesuaian terhadap aspek lingkungan dan tata ruang menjadi bagian dari pekerjaan badan jalan, antara lain melalui perbaikan drainase untuk mencegah banjir, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, serta penyesuaian dengan rencana tata kota. Semua pekerjaan tersebut bertujuan memastikan jalan raya berfungsi optimal sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat.
Baca Juga:
Antisipasi Tren Perminan Koin Jagat, Satpol PP DKI Ingatkan Sanksi Rp5 Juta Jika Rusak Fasum
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami secara utuh bahwa estimasi Rp100 miliar bukanlah biaya pembongkaran tiang monorel semata, melainkan anggaran untuk penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said secara menyeluruh, yang mencerminkan upaya serius Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota yang lebih tertata, manusiawi, dan berkelanjutan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]