WahanaNews Jakarta.co - Anggaran revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ujung Menteng di Jl. Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur tahun 2025 yang menghabiskan biaya Rp1,6 miliar diduga mark up sehingga berpotensi menimbulkan kerugian keuangan Pemprov DKI Jakarta.
Hal ini dikatakan Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Corruption Care (LSM-ICC), Sahiluddin Lbg kepada WahanaNews beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Lepas Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Sumatera Barat
Sahiluddin mengaku pernah berbincang dengan pekerja di lokasi mempertanyakan tentang pekerjaan JPO yang akan dilaksanakan. Dalam perbincangan tersebut, pekerja mengaku hanya mengerjakan pengecatan.
“Kalau hanya pengecatan Rp1,6 miliar tidak masuk akal, terkecuali ada fasilitas tambahan desain yang modern, artistic dan tematik, misalnya tema apa agar JPO menjadi ikon kota yang menarik”, ujar Sahiluddin.
Berdasarkan data pada papan proyek di lokasi revitalisasi JPO Ujung Menteng (Revitalisasi JPO Paket 3) adalah program penyeberangan jalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga yang pengerjaannya dilaksanakan Ole PT. Samputra Perkasa Pratama.
Baca Juga:
Penggunaan Anggaran Pemerintah Untuk Bencana Sumatera, KPK Akan Awasi
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga secara aktif melakukan revitalisasi JPO, termasuk JPO Ujung Menteng sebagai bagian dari program perancangan kota berorientasi manusia untuk Jakarta yang lebih baik, aman dan inklusif.
Namun tidak menutup kemungkinan, program revitaliasi JPO yang disebut-sebut sebagai wujud nyata dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan lingkungan kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi para pejalan kaki dimanfaatkan oleh oknum Dinas Bina Marga untuk mendapatkan keuntungan pribadi, kelompok atau korporasi,ujar Sahiluddin.
Lebih lanjut Sahiluddin mengatakan, JPO Ujung Menteng secara structural masih berfungsi dengan baik, hanya membutuhkan perawatan seperti pengecatan ulang, perbaikan lantai dan perbaikan pencahayaan agar tetap aman dan nyaman saat digunakan oleh masyarakat.