JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan influenza tipe A (H3N2) atau yang dikenal sebagai superflu dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan bahwa secara klinis superflu memiliki karakteristik yang serupa dengan flu musiman.
Baca Juga:
900 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jambi, Penataan Gagal Konsisten dan Anggaran Jadi Kendala
Gejala yang umum dirasakan antara lain demam, batuk, nyeri tenggorokan, rasa tidak enak badan, sakit kepala, pilek, hingga nyeri otot.
“Berdasarkan kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap kondisi epidemiologi terkini, virus influenza A (H3N2) subclade K tidak menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan,” ujar Sahruna.
Ia menambahkan, Sudin Kesehatan Jakarta Barat terus melakukan pemantauan intensif melalui sistem surveilans, termasuk program ILI dan SARI, untuk memantau dinamika kasus ISPA, pneumonia, serta penyakit serupa influenza di wilayah Jakarta Barat.
Baca Juga:
Persoalan Sampah di Kabupaten Gorontalo Memprihatinkan, Bupati Sofyan Puhu Beri Perhatian Serius
Hingga saat ini, tren kasus masih dalam batas normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Kami rutin memantau fluktuasi kasus dan sejauh ini belum ditemukan peningkatan yang mengkhawatirkan,” jelasnya.
Meski demikian, upaya pencegahan tetap digencarkan melalui langkah promotif dan preventif. Sudin Kesehatan Jakarta Barat mendorong masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta mengikuti edukasi kesehatan guna meningkatkan daya tahan tubuh.