Rouli menyampaikan, dalam rapat tersebut Kemendikdasmen menyatakan akan memberikan rekomendasi sebagai dasar putusan atas banding yang diajukan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
“Poin hasil meeting tadi, Kemendikdasmen akan memberikan rekomendasi sebagai putusan atas banding sekolah ke Dinas,” ujar Rouli.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengusulkan agar pihak sekolah duduk bersama dengan orang tua EJH guna mencari penyelesaian yang adil dan berorientasi pada kepentingan anak.
Baca Juga:
Perundungan Memuncak, Santri di Aceh Nekat Bakar Pesantren
“Kemendikdasmen meminta semua orang tua fokus pada kepentingan anak-anak, dan mengingatkan agar tidak bersikap egois,” kata Rouli.
Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa pihak sekolah akan menyusun dan melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap sejumlah kasus yang sebelumnya belum dibuatkan, menggunakan format baru sebagai kelengkapan dokumen banding.
Dinas Pendidikan juga memerintahkan sekolah untuk melakukan asesmen psikologi terhadap seluruh siswa kelas 5 guna memastikan kondisi mental dan rasa aman para siswa.
Pasca-pertemuan, para orang tua korban menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang dilakukan Kemendikdasmen. Mereka menilai pertemuan tersebut memberi kejelasan terkait prosedur yang harus dilalui.
“Pertemuan ini positif. Kami jadi memahami proses dan tahapan yang harus ditempuh,” ujar salah satu orang tua siswa.
Baca Juga:
Dedi Ditetapkan Tersangka, Lembaga Adat Melayu Badang Geruduk Mapolda Jambi: “Stop Kriminalisasi Petani !”
Adapun sejumlah dampak psikososial telah dirasakan oleh para siswa. Tercatat satu siswa telah pindah sekolah, empat siswa pindah kelas, serta beberapa siswa lainnya mengajukan permohonan pindah kelas dan kini mendapat perhatian khusus dari pihak sekolah.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan pihak yayasan sekolah belum memberikan keterangan kepada awak media usai pertemuan tersebut.
Para orang tua korban menegaskan bahwa langkah yang mereka tempuh semata-mata bertujuan melindungi keselamatan, kesehatan mental, dan masa depan anak-anak. Mereka berharap negara hadir secara objektif, transparan, dan tegas dalam menangani kasus ini.