Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jakarta Timur sengaja menggandeng komunitas tinju profesional agar pembinaan atlet muda berjalan optimal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan bibit atlet potensial dari lingkungan sekitar sekaligus memperkuat solidaritas antarpemuda.
Data Pemkot Jakarta Timur mencatat sepanjang 2025 terjadi 132 kasus tawuran. Namun setelah pembinaan dan optimalisasi ruang publik dilakukan, hingga Mei 2026 angka tawuran menurun menjadi 17 kejadian.
Baca Juga:
Pemkot Jakarta Timur Perkuat Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber
“Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi bagaimana ruang publik dimanfaatkan untuk membangun karakter, solidaritas, dan masa depan anak-anak muda Jakarta Timur,” tambahnya.
Ring tinju yang dibangun melalui swadaya masyarakat mulai digunakan sejak Januari 2026 dengan luas area mencapai 247 meter persegi. Sementara skatepark berstandar internasional yang sudah berdiri sejak 2019 memiliki luas sekitar 1.164 meter persegi hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta bersama LABSKATE.
Kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas olahraga komunitas, mulai dari skateboard, BMX, inline skate hingga otopet, serta menjadi magnet bagi atlet lokal maupun internasional.
Baca Juga:
Munjirin Dampingi Pramono Anung Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati
Selain memperkuat pembinaan olahraga, pemanfaatan kolong flyover juga dinilai berhasil mempercantik wajah kota dan menghidupkan ruang publik yang sebelumnya pasif menjadi kawasan produktif dan aman bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan anggota DPRD DKI Jakarta, di antaranya Manuara Siahaan, Ryan Kurnia Ar Rahman, Muhammad Thamrin, Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, serta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur lainnya.
[Redaktur: JP Sianturi]