Kepada SPPG yang beroperasi di Sudin Pendidikan Jakbar Wilayah II, Diding mengimbau agar setiap SPPG melakukan pengecekan ketat terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
“Sebelum didistribusikan, diuji dulu, dicek dulu betul-betul ini layak makan apa nggak. Kan ada ahli gizinya, ada ahli kesehatan. Jangan langsung dibagi atau didistribusikan. Kalau sudah QC benar baik gizi dan menunya, baru didistribusikan,” tegas Diding.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat
Untuk memonitoring program MBG ini, Diding dan tim dan pengawas mulai dari staf Sudin hingga Kasatpel Kecamatan selalu berkeliling setiap hari ke sekolah-sekolah.
Sementara Agus Ramdani, Kasudin Pendidikan Jakarta Barat Wilayah I mencakup Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Tambora, dan Tamansari mengungkapkan jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di wilayahnya sebanyak 13 SPPG dengan 41.049 ribu penerima manfaat.
“Sampai saat ini ada 13 dapur SPPG yang telah beroperasi dengan 41.049 ribu penerima manfaat di wilayah I Jakarta Barat,” kata Agus kepada Jakarta.WahanaNews.co di ruangannya, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga:
Yayasan Pengelola MBG Lapor Polda Metro Jaya, Dituding Sajikan Makanan Bermasalah
Kasudin Pendidikan Jakbar Wilayah II dan jajaran. [WAHANANEWS / IST]
Agus merinci di Cengkareng ada 4 SPPG, di Kalideres ada 8 SPPG, dan di Tambora baru ada 1 SPPG.
Sementara di Tamansari sendiri sampat saat ini belum ada dapur SPPG karena kendala lahan dan biaya sewa yang mahal.