“Posisi Tamansari itu kan di tengah kota. Kebanyakan lahan di sana untuk hiburan dan perdagangan. Jadi mencari lahan untuk dapur MBG di Tamansari memang agak kesulitan,” kata Agus.
Terkait pelaksaan program MBG ini, Agus mengaku terus melakukan evaluasi yang sangat ketat dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas terutama soal kebersihan dan gizi makanan yang disajikan.
Baca Juga:
Miris! Pembangunan Dapur MBG di Cakung Disebut Belum Kantongi Izin PBG
Agus menyampaikan jumlah sekolah baik negeri dan swasta di wilayah Jakarta Barat 1 sebanyak 1.114. Ia menargetkan tahun ini program MBG dapat menyasar setegah sekolah dari jumlah tersebut yang ada di wilayahnya.
“Ya paling tidak terus bertambah. Akses sekolah yang masuk gang sempit membuat program ini juga tidak bisa tersentuh oleh SPPG,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengimbau agar pemilik SPPG menjalankan kegiatan prioritas Presiden RI Prabowo ini sesuai dengan SOP mulai dari sanitasinya, kebersihannya, higienitasnya, dan juga makanan-makanan yang disajikan.
Baca Juga:
Geger 100 Titik Dapur MBG di Cilacap Diduga Fiktif, Ada yang Berlokasi di Hutan dan Kuburan
“Itu panduan gizinya harus sesuai yang diamanahkan di SOP pendirian SPPG,” pungkasnya.