JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Sekolah HighScope Indonesia (SHI) melalui Redea Institute sukses menggelar babak final program Virtual Company Indonesia (VCI) di kampus SHI TB Simatupang, Rabu (11/2/2026).
Ajang ini menjadi panggung bagi siswa SMA dan SMK untuk menguji kemampuan berwirausaha melalui simulasi bisnis yang komprehensif.
Baca Juga:
Ety Sartika Yuli Hartono Resmi Jabat Ketua TP PKK Jakarta Barat 2025–2029
VCI merupakan platform pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk melatih peserta didik membangun dan mengelola perusahaan virtual.
Sebelum melaju ke final, para peserta telah melewati tahapan Business Plan Competition pada 28–29 Januari 2026 di lokasi yang sama.
Tahun ini, VCI diikuti 18 tim dari tujuh sekolah jejaring dengan total 92 siswa. Mereka berasal dari SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Baca Juga:
SMKN 21 Jakarta Diduga Persulit Siswa Kurang Mampu Urus KJP
Seluruh tim ditantang mempresentasikan ide bisnis dan strategi manajerial di hadapan dewan juri yang merupakan praktisi industri, menggunakan bahasa Inggris.
Menariknya, sejumlah pemenang merupakan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Tercatat enam siswa dari SMKN 51, satu siswa dari SMKN 20, dan empat siswa dari SMKN 43 berhasil meraih kemenangan di berbagai kategori.
Capaian ini menegaskan bahwa dengan akses, pembinaan, dan kesempatan yang setara, siswa dari berbagai latar belakang ekonomi mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya.
Founder & CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik dalam menjawab tantangan zaman.
“Tantangan terbesar pendidikan saat ini bukan kekurangan informasi, melainkan kurangnya implementasi. Dunia nyata membutuhkan keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Melalui VCI, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi terjun langsung dalam dinamika bisnis,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana. Ia menyebut, berbagai riset menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang lebih besar untuk membangun usaha dan meraih penghasilan lebih tinggi di masa depan.
“Program ini selaras dengan transformasi pendidikan vokasi melalui sinergi industri yang terus kami dorong,” katanya.
Kompetisi VCI 2026 turut mendapat respons positif dari para juri. Syukriyatun Ni’amah (Founder & CEO Robries) menilai ide-ide yang diusung peserta relevan dengan isu keberlanjutan global. Erwin Octa (Founder Makeblock Indonesia) mengapresiasi profesionalisme dan kesiapan presentasi siswa.
Sementara itu, Jacky Mussry (Vice Chancellor MarkPlus Institute) melihat optimisme besar terhadap masa depan ekonomi Indonesia melalui orientasi bisnis berbasis ESG dan sustainability yang diangkat para peserta.
Berikut Daftar Pemenang VCI 2026
Kategori Advanced
Outstanding Presentation: Caplok by NVCo
Best Marketing Strategy: Titip Aja! by Kudeta
Best Innovative Idea: Jelantic by Haegea
Best Business Plan: Caplok by NVCo
Kategori Basic
Outstanding Presentation: Santara – SMKN 20
Best Marketing Strategy: Ventuphous – SMKN 51
Best Innovative Idea: Revo’N – SMKN 43
Best Business Plan: Santara – SMKN 20