Tema atau motto itu ditetapkan Paus Fransiskus setelah melihat perannya sendiri, dan peran Gereja di dunia yang penuh dengan krisis dan konflik. Krisis dan konflik saat ini telah mengoyak dunia.
Generasi Fajar Baru
Baca Juga:
Bakti TNI AD Untuk Rakyat, Danrem 042/Gapu Resmikan Karya Bakti Skala Besar di Sarolangun
Segera setelah penutupan Pintu Suci, Paus memimpin Misa Kudus untuk Hari Raya Epifani Tuhan di dalam Basilika Santo Petrus.
Dalam khotbahnya, Paus Leo XIV, antara lain mengatakan, tempat-tempat suci harus mengkomunikasikan kehidupan. Tempat-tempat ziarah Yubileum, “harus menyebarkan aroma kehidupan, kesadaran yang tak terlupakan bahwa dunia lain telah dimulai.”
Kata Paus Leo XIV, sungguh luar biasa menjadi peziarah pengharapan.
Baca Juga:
Polda Jambi Tanam Pohon dalam Road to Presisi Merdeka Run 2026, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
“Sungguh luar biasa bagi kita untuk terus menjadi peziarah bersama,” katanya.
Paus Leo XIV mengatakan, jika Gereja menolak menjadi monumen dan tetap menjadi rumah, Gereja mungkin akan menjadi “generasi fajar baru,” yang selalu dipandu oleh Maria, Bintang Pagi, menuju “kemanusiaan yang luar biasa, yang diubah bukan oleh khayalan Yang Mahakuasa, tetapi oleh Allah yang menjadi manusia karena kasih.”