Amir juga menyampaikan agar Satgas PKH segera turun ke lapangan dan melihat langsung data-data yang kami miliki. Bahkan, kata Amir, dalam satu salah satu komentar di medsos, ada namanya Faik Tambang yang kelihatan sangat mendukung kebijakan AAA ini.
“Kami juga meminta agar atas nama Faiq Tambang ini juga turut diselidiki siapa tahu dia juga melakukan aktivitas pertambangan yang tidak menggunakan izin. Bisa juga dia melakukan kerusakan alam yang seolah-olah ini tambang tapi tambang tidak dilakukan reklamasi. Padahal di dalam undang-undang pertambangan itu jelas ketika perusahaan atau perorangan melakukan pertambangan itu harus ada reklamasi,” tegasnya.
Baca Juga:
Prabowo akan sampaikan “Prabowonomics”, Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden Prabowo dan Hasil Konkret 1 Tahun di WEF Davos
Dalam video terakhir, Amir memohon kepada teman-teman media di Jakarta untuk mengirimkan video ini kepada Presiden Prabowo dan kepada Satgas PKH agar segera ditindaklanjuti dan ditindak.
“Apa yang saya sampaikan ini ada buktinya secara tertulis termasuk PT BSI yang menggunakan lahan negara, saya ada buktinya secara tertulis. Jadi bukan omon-omon, bukan hanya bicara saja, bukan narasi-narasi yang saya buat-buat karena kebencian kepada seseorang. Ini murni agar lingkungan tidak semakin rusak dan dampaknya pasti kepada masyarakat,” tuturnya.
“Jadi itu harapan saya kepada seluruh teman-teman media, dimanapun Anda berada, jika mempunyai link langsung baik kepada Bapak Presiden Prabowo dan Satgas PKH maka tolong video ini diberikan karena kalau tidak ditindak, maka ini akan berdampak sangat berbahaya,” pungkasnya mengakhiri video terbukanya kepada Presiden Prabowo.