Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch menambahkan bahwa keberadaan tiga mal baru ini akan mendistribusikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi secara lebih merata di dalam aglomerasi Jabodetabekjur.
Menurutnya, ekspansi ini akan memperkuat struktur urban, memperluas klaster bisnis, serta mendorong aksesibilitas dan integrasi transportasi di kawasan penyangga.
Baca Juga:
Rontok di Tengah Persaingan, GS Supermarket Tutup Seluruh Gerai Mei Ini
“Kita sedang memasuki fase baru urbanisasi terstruktur. Pertumbuhan mal harus sejalan dengan penguatan infrastruktur akses, termasuk transportasi publik terpadu, agar dampaknya optimal bagi ekonomi lokal. Jika dikelola dengan visi jangka panjang, Jabodetabekjur akan menjadi megapolitan paling kompetitif di Asia Tenggara,” tegas Tohom.
Ia juga menyoroti bahwa kehadiran mal-mal premium yang tetap perkasa dengan tingkat hunian di atas 80% menunjukkan bahwa daya beli masyarakat perkotaan masih kuat.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketimpangan performa antara mal premium dan mal kelas bawah harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan pelaku usaha agar tidak terjadi “kesenjangan destinasi urban” yang terlalu ekstrem.
Baca Juga:
Dukung Inovasi Ritel, Wamendag Roro Tegaskan Kontribusi Ritel bagi Ekonomi dan Perdagangan Nasional
[Redaktur: Sobar Bahtiar]