KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirim 100 mahasiswa ke luar negeri melalui skema LPDP Jakarta sebagai langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia di kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
“Program ini menunjukkan keberpihakan nyata pada peningkatan kualitas SDM, khususnya generasi muda Jakarta yang akan menjadi motor penggerak kawasan aglomerasi,” ujar Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga:
Dwi Sasetyaningtyas Panen Kecaman, Mahfud: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia
Menurut Tohom, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada individu penerima beasiswa, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Jabodetabekjur.
Ia menilai bahwa investasi di sektor pendidikan, terutama hingga jenjang global, merupakan fondasi penting dalam memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan internasional.
“Ketika anak-anak Jakarta, termasuk Betawi, mendapatkan akses pendidikan global, maka mereka akan kembali dengan kapasitas yang jauh lebih kuat untuk membangun daerahnya,” kata Tohom.
Baca Juga:
Komnas HAM Soroti Unggahan Alumni LPDP, Literasi Digital Berperspektif HAM Ditekankan
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menjalankan program tersebut.
Menurutnya, sinergi dengan LPDP Kementerian Keuangan menjadi langkah tepat agar program berjalan terstruktur, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Ini tidak bisa berjalan sendiri, harus ada orkestrasi kebijakan antara pusat dan daerah agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Tohom menilai perluasan cakupan program pendidikan seperti KJP dan KJMU hingga jenjang S2 dan S3 juga menjadi indikator bahwa pemerintah daerah mulai berpikir jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program pendidikan sangat menentukan kualitas kepemimpinan masa depan di tingkat lokal maupun nasional.
“Kalau kita ingin punya pemimpin yang visioner, maka investasinya harus dimulai dari pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa penguatan SDM melalui program beasiswa luar negeri sangat relevan dengan konsep pengembangan kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
Menurutnya, kawasan aglomerasi membutuhkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan adaptasi tinggi.
“Jabodetabekjur sebagai pusat pertumbuhan nasional membutuhkan SDM kelas dunia, dan program ini adalah salah satu pintu masuknya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa fokus pada anak-anak Betawi sebagai bagian dari kebijakan afirmatif merupakan langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan sosial di ibu kota.
Namun demikian, ia mengingatkan agar seleksi tetap dilakukan secara objektif dan berbasis merit agar kualitas penerima tetap terjaga.
“Affirmative policy penting, tapi tetap harus berbasis kompetensi agar hasilnya maksimal,” ucapnya.
Lebih jauh, Tohom menilai pembentukan LPDP Jakarta dapat menjadi model baru bagi daerah lain dalam mengelola beasiswa berbasis kebutuhan lokal.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, program ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
“Ini bisa menjadi blueprint nasional bagaimana daerah berkontribusi dalam mencetak SDM unggul,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan mengirim sekitar 100 mahasiswa ke luar negeri melalui skema LPDP Jakarta, dengan prioritas bagi anak-anak Betawi dan warga Jakarta, serta memperluas program bantuan pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 melalui kolaborasi dengan LPDP Pusat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]