WahanaNews.co, Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memperkuat upaya pencegahan terhadap ancaman radikalisme dan terorisme dengan menggandeng 27 organisasi masyarakat (Ormas) dalam kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Bambu Apus/Ruang Serbaguna Gedung C Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Senin (25/5/2026).
Baca Juga:
Pemko Binjai Hadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Konektivitas Internet Guna Pemerataan Akses Digital di Provinsi Sumatera Utara
Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan yang mewakili Wali Kota Administrasi Jakarta Timur. Hadir pula Pelaksana Harian (Plh) Kepala Suku Badan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Timur Ari Budi Yuswanto.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemaparan dari Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri Kompol Ridjoko Suseno serta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta Drs. Taufan Bakri, M.Si.
Eka Darmawan mengatakan, ancaman radikalisme dan terorisme masih menjadi tantangan serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mempermudah penyebaran paham ekstrem di masyarakat.
Baca Juga:
Resmi Jabat Kepala Kesbangpol Jakarta, Ini Yang Dilakukan Muhamad Matsani di Minggu Pertama
“Perkembangan zaman dan teknologi saat ini memberikan dampak besar, termasuk masuknya paham-paham radikal yang mengarah pada tindakan ekstrem dan melawan hukum,” kata Eka dalam keterangannya, Senin (25/5).
Menurut dia, radikalisme kerap berawal dari pola pikir ekstrem yang menginginkan perubahan secara instan dengan cara bertentangan dengan hukum dan norma kehidupan berbangsa.
Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi ancaman nyata bagi keamanan negara dan ketertiban masyarakat.