WahanaNews-Jakarta | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ungkapkan terdapat 10 wilayah di Jakarta yang alami pergerakan tanah.
Pergerakan tanah berpotensi terjadi di wilayah yang berbatasan dengan sungai atau tebing jalan.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI M Insyaf menjelaskan pergerakan tanah bisa terjadi jika curah hujan di atas normal.
Potensi pergerakan tanah di 10 wilayah di DKI itu merujuk data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jakarta.
"Pada zona menengah ini pergerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan," kata Insyaf, Selasa (8/3/2022).
Baca Juga:
Wujudkan Rutan Bebas Narkoba, Rutan Sidikalang Kembali Gelar Razia Gabungan Insidentil
Insyaf menuturkan 10 wilayah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah tersebar di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim).
Yang mana, 8 dari 10 wilayah tersebut berada di Jaksel.
"Ada 10 lokasi yang memiliki potensi pergerakan tanah tersebut berada di dua kota administratif, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," ucap Insyaf.