WahanaNews Jakarta.co - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4.538.314.906 untuk pengadaan videotron outdoor Tahun Anggaran 2025. Paket pengadaan tersebut berlokasi di Kantor Wali Kota Jakarta Timur dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.
Berdasarkan dokumen perencanaan, pelaksanaan kontrak dimulai pada Oktober 2025 dan berakhir pada Desember 2025. Pengadaan dilakukan melalui metode E-Purchasing. Videotron yang telah terpasang tersebut tercatat sebagai belanja modal peralatan studio audio dan dirancang untuk penggunaan luar ruang (outdoor).
Baca Juga:
Proses Pencarian Korban Kebakaran Glodok Plaza DIhentikan Polisi
Tim investigasi WahanaNews.co melakukan penelusuran harga sejumlah komponen kepada beberapa penyedia dengan mengacu pada spesifikasi paket pengadaan videotron outdoor tersebut. Penelusuran dilakukan untuk memperoleh gambaran kewajaran harga pasar atas barang yang diadakan.
Dari hasil analisis, ditemukan adanya perbedaan harga yang cukup signifikan di antara sejumlah penyedia. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai ketidakwajaran, mengingat faktor merek, kualitas, dapat memengaruhi harga. Namun secara umum, selisih harga untuk produk dengan spesifikasi serupa dinilai tidak seharusnya terpaut terlalu jauh.
Berdasarkan penelusuran, Penyedia A (anonim) menawarkan harga Rp 659.340.000, Penyedia B (anonim) sebesar Rp 554.901.292, dan Penyedia C sebesar Rp 749.250.000. Angka-angka tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan jika dibandingkan dengan total pagu anggaran pengadaan videotron outdoor Pemkot Jakarta Timur yang mencapai Rp 4,53 miliar.
Baca Juga:
Temuan Baru Kebakaran Glodok Plaza, Polisi Ungkap Akibat Arus Pendek Videotron
Hingga kini, belum diketahui secara pasti identitas penyedia maupun perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.
WahanaNews.co telah mengirimkan surat konfirmasi pada 26 Januari 2026 kepada Pemkot Jakarta Timur guna memperoleh informasi yang valid terkait temuan tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak Pemkot Jakarta Timur belum memberikan klarifikasi.
Di sisi lain, videotron outdoor yang baru beroperasi sekitar dua bulan tersebut sempat mengalami gangguan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (3/2/2026), terlihat garis hitam vertikal dengan lebar kurang lebih 20 sentimeter di sisi kiri dan kanan layar. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya komponen yang tidak berfungsi secara optimal.
Selanjutnya pada Sabtu (7/2/2026), layar videotron tampak tidak menyala. Sebuah steger besi terlihat berdiri di depan layar dan diduga digunakan untuk proses perbaikan. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagian mana yang mengalami kerusakan maupun estimasi waktu penyelesaian perbaikan.
Pihak pengelola juga belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan tersebut. Padahal, videotron outdoor tersebut diketahui baru dinyatakan selesai dikerjakan pada Desember 2025 dan mulai beroperasi tidak lama setelahnya. (Bersambung)
[Redaktur: Alpredo]