Selain itu, anggaran pemeliharaan juga menjadi perhatian publik, antara lain pemeliharaan 20 unit komputer atau notebook senilai Rp 14.600.000, pemeliharaan instalasi CCTV sebanyak 20 titik selama empat triwulan senilai Rp 8.800.000, serta pemeliharaan 15 unit printer senilai Rp 10.350.000.
Publik mempertanyakan apakah biaya suku cadang, seperti baterai, papan ketik, layar, maupun jasa perbaikan, telah sesuai dengan harga riil di pasaran?
Baca Juga:
Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS dan BOP di SDN Pulogebang 03 Jadi Sorotan Publik
Berbagai pertanyaan tersebut memunculkan tudingan dari masyarakat, mulai dari dugaan laporan pertanggungjawaban fiktif, penggelembungan harga, pengadaan barang palsu atau bekas, hingga pemeliharaan perangkat yang diduga tidak ada secara fisik.
Saat WahanaNews.co mendatangi SDN Cipinang Muara 05 untuk melakukan wawancara dan memeriksa kesesuaian merek, spesifikasi, serta volume pengadaan, Kepala Sekolah Siti Aminah menyatakan tidak dapat melayani wawancara karena sedang mengikuti rapat.
“Maaf, Pak, saya sedang rapat tentang TKA. Dengan wakil atau bendahara saja,” ujarnya, Rabu (4/2) melalui pesan Whatsapp.
Baca Juga:
Pemkab Pakpak Bharat Sosialisasi Pengelolaan Dana BOS
Namun, Wakil Kepala Sekolah yang ditemui menyatakan tidak mengetahui surat konfirmasi maupun materi wawancara yang akan disampaikan. Hal tersebut menunjukkan adanya kurangnya koordinasi internal di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, Siti Aminah mengatakan bahwa jawaban surat konfirmasi disampaikan oleh operator sekolah karena wakil kepala sekolah sedang disibukkan dengan kegiatan kelas VI.
“Iya, memang belum karena wakaseknya lagi sibuk kelas enam, jadi yang membalas surat operator saya,” katanya lagi.