WahanaNews Jakarta.co - Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, diminta tidak hanya menerima laporan administrasi, tetapi turun langsung ke lapangan untuk menyikapi dugaan praktik curang dalam sejumlah proyek pembangunan gapura yang dikelola Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Jakarta Utara.
Dugaan tersebut mencuat seiring adanya indikasi penyimpangan teknis pada proyek pembangunan gapura di tujuh kelurahan di Jakarta Utara yang bersumber dari APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025. Salah satu proyek yang disorot berada di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing.
Baca Juga:
Anggaran Pembuatan Bedeng Senilai Rp32,7 Juta Proyek Revitalisasi Gedung Kantor Walikota Jakut Dipertanyakan
Foto: Pembangunan gapura di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing
Proyek pembangunan gapura di wilayah tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan volume pekerjaan sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak. Meski demikian, proyek tersebut disebut telah diserahterimakan dengan progres 100 persen.
Tak hanya di Kali Baru, dugaan serupa juga disebut terjadi pada pembangunan gapura di enam kelurahan lainnya di Jakarta Utara. Sejumlah bangunan gapura yang telah berdiri bahkan dinilai tidak layak secara konstruksi dan disebut perlu dibongkar serta dikerjakan ulang.
Baca Juga:
Ancaman Tak Terlihat: Gawai dan Krisis Perilaku di Tengah Keluarga
Penggiat antikorupsi dari LSM Jaring Pelaksana Antisipasi Keamanan (Jalak), M. Syahroni, mengatakan proyek-proyek tersebut diduga menyimpang dari perencanaan teknis yang telah ditetapkan.
“Pembesian tiang gapura diduga hanya menggunakan besi ulir U-16, padahal sesuai gambar dan spesifikasi teknis seharusnya menggunakan besi ulir U-22. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kualitas dan kekuatan bangunan,” kata Syahroni, Rabu (28/1/2026).
Dugaan penyimpangan tersebut, menurut Syahroni, juga diperkuat oleh keterangan seorang mandor proyek bernama Andian. Dalam surat pernyataan bermaterai yang diterima awak media, Andian mengungkapkan sejumlah ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan.