Jakarta.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyatakan dukungan penuh terhadap optimalisasi layanan Call Center 110 Polri sebagai langkah strategis dalam memperkuat keamanan kawasan, khususnya dalam mendukung visi pengembangan kota global di wilayah aglomerasi Jabodetabekjur.
Inisiatif ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, responsif, dan terintegrasi.
Baca Juga:
Diburu Sejak Lama, Pulan Wonda Akhirnya Tumbang di Tangan Aparat
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kehadiran layanan 110 merupakan bentuk konkret transformasi pelayanan publik di sektor keamanan.
“Layanan 110 ini bukan sekadar fasilitas pelaporan, tetapi simbol kehadiran negara yang sigap dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Ini sangat relevan dalam mendukung kawasan Jabodetabekjur sebagai kota global yang mengedepankan keamanan berbasis teknologi dan partisipasi publik,” ujar Tohom, Selasa (8/4/2026).
Menurutnya, langkah Polsek Kepulauan Seribu Selatan yang mengintensifkan patroli malam gabungan serta sosialisasi layanan 110 dan barcode pengaduan masyarakat merupakan praktik terbaik (best practice) yang perlu direplikasi di wilayah lain.
Baca Juga:
Patroli Jalan Kaki dan Pengobatan Warga, Cara ODC Redam Ketakutan
Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Tohom menilai, integrasi antara patroli fisik dan sistem pelaporan digital menjadi model keamanan masa depan.
Dalam perspektif pembangunan kawasan, keamanan tidak lagi sekadar respons terhadap kejahatan, tetapi bagian dari ekosistem kota cerdas (smart city) yang menuntut kecepatan, akurasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa penguatan sistem keamanan berbasis teknologi seperti layanan 110 dan barcode laporan masyarakat merupakan elemen krusial dalam meningkatkan daya saing kawasan.
“Keamanan adalah variabel utama dalam menarik investasi dan mobilitas global. Tanpa sistem keamanan yang responsif dan terintegrasi, sulit bagi kawasan aglomerasi seperti Jabodetabekjur untuk benar-benar naik kelas menjadi kota global,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Keterlibatan warga melalui siskamling, pemanfaatan teknologi pelaporan, serta kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Sementara itu, Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan AKP Didik Tri Maryanto menyampaikan bahwa patroli gabungan yang dilakukan bersama instansi terkait dan masyarakat bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti tawuran dan tindak kriminalitas 3C.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan 110 dan sistem laporan digital sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan lingkungan.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan wilayah Kepulauan Seribu semakin aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus menjadi contoh implementasi sistem keamanan modern yang mendukung visi besar pembangunan kawasan aglomerasi berbasis kota global.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]