Namun, ia baru menyadari bahwa AJB yang ia miliki adalah palsu setelah menerima surat dari PN Jakarta Timur yang menyatakan bahwa tanah tempat tinggalnya adalah milik Perumnas.
"Ada surat, walaupun itu bodong AJB. Ya jelas-jelas dibohongin, dibohongin dua kali ini," ungkap Mamat dilansir Kompas, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga:
Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru pada 2027, Cek Lokasi Lengkapnya
Mamat mengaku membeli rumah tersebut dengan harga Rp 150 juta secara tunai.
Mamat semakin sesak karena ia masih terikat utang untuk rumah yang kini sudah digusur. Ia menjelaskan bahwa ia meminjam uang dari Bank DKI sebesar Rp 150 juta untuk membeli rumah yang ternyata tidak sah itu.
"SK saya saja masih di Bank DKI buat beli ini. Nyicilnya ke Bank DKI. Kalau ini (rumah) belinya tunai enggak nyicil," tuturnya.
Baca Juga:
Kementerian PKP Mau Bangun 60.000 Rusun Buat Warga Miskin-TNI/Polri, Butuh Rp38,7 Triliun
Dengan cicilan sekitar Rp 2 juta per bulan. Namun, cicilan Mamat baru berjalan dua tahun dari lima tahun tenor pinjamannya.
Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan rumah sebelum utangnya lunas.
"Lima tahun pinjamnya, baru jalan dua tahun," tambahnya.