WahanaNews Jakarta.co - Proyek revitalisasi sistem proteksi kebakaran gedung Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Blok P, menuai sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Pemuda Indonesia (PSI). Sorotan tersebut terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada sejumlah item pekerjaan, termasuk pembuatan bedeng proyek.
Ketua LSM PSI, Torang Panggabean, mengatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi di lapangan, item pembuatan kantor sementara, tempat penyimpanan material, serta barak atau bedeng proyek dengan nilai Rp32.718.000 diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Baca Juga:
Pasar Dempo Permai, Ikon Perdagangan Pagar Alam, Kini Sepi Aktivitas
“Hasil investigasi kami di lokasi, ketebalan triplek yang digunakan untuk bedeng proyek hanya 4 milimeter, padahal seharusnya 6 milimeter,” kata Torang saat ditemui di kantornya, beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Torang juga menyoroti anggaran pembuatan papan nama proyek senilai Rp840.500. Menurutnya, pemasangan papan proyek tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Terkait papan proyek, aturannya sudah jelas sebagaimana Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 438 Tahun 2000. Papan proyek harus dipasang menggunakan tiang kaso dan ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat masyarakat, bukan ditempel di dinding bedeng proyek,” ujarnya.
Baca Juga:
Dishub Depok Fokus Revitalisasi Transportasi dan Pengurangan Kemacetan
Torang mengungkapkan, pihaknya telah mempertanyakan temuan tersebut kepada Kepala Bagian Umum Kota Administrasi Jakarta Utara, Toto Bondan, melalui pesan singkat WhatsApp sejak awal proyek berjalan. Namun, menurutnya, belum ada penjelasan rinci yang diterima.
“Bagaimana mungkin hal seperti ini dibiarkan. Item terkecil saja sudah diduga tidak sesuai spesifikasi. Tidak menutup kemungkinan item lainnya juga bermasalah, mengingat nilai proyek ini cukup besar,” kata Torang.
Ia menilai proyek revitalisasi tersebut menyimpan sejumlah kejanggalan dan meminta aparat penegak hukum (APH) serta Inspektorat Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan audit secara menyeluruh dan transparan.