Selama Pra-MPLS, para siswa dikenalkan dengan tata tertib sekolah, fasilitas pembelajaran, organisasi kesiswaan, hingga budaya sekolah yang menjunjung tinggi disiplin, integritas, toleransi, dan semangat berprestasi.
Saryanti menegaskan bahwa Pra-MPLS bukan sekadar mengenalkan ruang kelas maupun fasilitas sekolah, tetapi juga membangun hubungan sosial yang sehat antara siswa dengan warga sekolah.
Baca Juga:
Murid Baru Wajib Tahu, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS Ramah 2026 di SMA dan SMK
"Melalui Pra-MPLS, kami ingin menciptakan suasana yang akrab namun tetap edukatif. Para siswa tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga memahami pentingnya berinteraksi secara santun, saling menghargai, dan membangun kebersamaan," katanya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha SMA Negeri 33 Jakarta, Erwin, mengungkapkan bahwa sebanyak 287 peserta didik baru kelas X akan mengikuti rangkaian MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
Menurut Erwin, Pra-MPLS menjadi fase transisi yang sangat penting bagi siswa dari jenjang SMP menuju SMA sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi lingkungan belajar yang baru.
Baca Juga:
Hari ke 2 Operasi Patuh, Sat Lantas Polres Kerinci Amankan 21 Kendaraan Bermotor Yang Melanggar
Ia memastikan seluruh rangkaian MPLS di SMA Negeri 33 Jakarta dilaksanakan dengan konsep MPLS Ramah, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan, tanpa adanya praktik perploncoan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
"Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah bebas dari unsur perploncoan maupun kekerasan. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru," tegas Erwin.
Melalui kegiatan Pra-MPLS ini, SMA Negeri 33 Jakarta berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan cepat, membangun rasa percaya diri, serta siap mengikuti proses pembelajaran dan berbagai aktivitas sekolah secara optimal sejak hari pertama tahun ajaran baru.