Ia menilai, keberanian membongkar proyek gagal harus dibarengi keberanian menyusun ulang arah pembangunan berbasis kepentingan publik.
“Kami melihat penataan Jakarta hari ini adalah cermin tata kelola kawasan aglomerasi nasional. Jika Jakarta berhasil membangun sistem transportasi terintegrasi, dampaknya akan dirasakan langsung oleh jutaan warga penyangga yang setiap hari beraktivitas lintas daerah,” kata Tohom.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Hibah Tanah 31 Hektare Lippo Group untuk Perumahan Akan Perkuat Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur Sebagai Kota Global
MARTABAT Prabowo–Gibran berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dapat menjadikan penataan Rasuna Said sebagai titik awal reformasi kebijakan transportasi perkotaan yang berpijak pada integrasi kawasan, efisiensi anggaran, serta keberpihakan pada mobilitas rakyat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]