“Kekerasan seksual menjadi perhatian utama, disusul kekerasan fisik dan psikis. Ini adalah gunung es, artinya yang terlihat di permukaan belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Karena itu, pencegahan dan edukasi harus terus kita perkuat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Jakarta Barat juga mendorong peran aktif anak muda sebagai agen perubahan melalui pembentukan pusat informasi dan konseling remaja di sekolah.
Baca Juga:
Wali Kota Jakbar Ikuti Zoom Meeting Kemenko Polkam Terkait Pemantauan Malam Takbiran Jelang Idulfitri 2025
Salah satunya dengan menghadirkan Duta Generasi Peduli (Dita Gendung) yang menjadi pionir dan agen perlindungan anak di lingkungan sekolah.
“Anak-anak muda saat ini sudah sangat canggih dengan teknologi dan informasi. Tugas kita adalah membekali mereka dengan pengetahuan yang benar, pendidikan yang berkualitas, jejaring yang positif, serta lingkungan yang aman agar mereka tidak terjebak dalam situasi yang berisiko,” kata Iin.
Ia menambahkan, upaya menciptakan sekolah aman juga tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sekitar. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus sama-sama bertanggung jawab dalam menjaga toleransi, keamanan, dan kenyamanan bagi anak-anak.
Baca Juga:
Kunjungi Rusunawa Pesakih Cengkareng, Rano Singgung Pengembangan Kewirausahaan Warga
“Melalui peran pemerintah, kami terus mendorong terwujudnya sekolah yang aman secara fisik maupun psikologis. Ini bukan hanya program, tetapi komitmen bersama untuk melindungi generasi masa depan Jakarta Barat,” pungkas Iin.