Untuk pelayanan dapur umum dan distribusi makanan, di wilayah Keuskupan Agung Medan telah menjangkau 13.219 jiwa (2.824 KK). Caritas Medan telah mendistribusikan bahan kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, ikan, mi instan, LPG, gula, biskuit, dan susu.
Caritas Medan juga telah menginisiasi pelayanan kesehatan di Desa Huta Gurgur, Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan yang telah melayani 68 pasien penyintas bencana untuk sementara ini.
Baca Juga:
SGI Perkuat STABN Lewat Program Magang Internasional di Taiwan
Sebagai bentuk solidaritas lintas keuskupan, Caritas Medan juga mengirimkan bantuan untuk respon di Keuskupan Sibolga berupa 2,5 ton beras, air minum, mi instan, susu, minyak goreng, gula, biskuit, sandang, sayuran segar, bumbu dapur, dan obat-obatan.
Penguatan Tim dan Koordinasi CRT
Selain distribusi bantuan, Caritas Indonesia juga menekankan pentingnya koordinasi internal melalui Caritas Response Team (CRT). Saat ini sebanyak 10 anggota CRT akan diberangkatkan pada hari Rabu untuk memperkuat respon di lapangan.
Baca Juga:
Cegah Kekerasan di Sekolah, Sudin Pendidikan Jakbar Gelar Seminar Penguatan TPPK
Pembagian peran CRT dilakukan berdasarkan kekuatan masing-masing anggota sehingga dapat dimonitor dan dievaluasi secara berkala.
Romo Fredy Rante Taruk, Pr. menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari pelbagai pihak, yang mendukung pelayanan kemanusiaan jaringan Caritas Indonesia untuk para penyintas bencana banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Sumatera.
Jaringan Caritas Indonesia tetap hadir dalam mendampingi saudara-saudari yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.