"Karena hobi main game, terus diarahkan sama ayah untuk kursus coding Roblox, Python, desain 3D Blender, dan Engine Unity untuk membuat aplikasi game online dan offline buatan sendiri," ujar Fitria.
Melalui karyanya ini, Fitria berharap anak-anak dan generasi muda di Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen atau pengguna teknologi semata, melainkan mampu menjadi pencipta karya yang inovatif serta bernilai edukatif.
Baca Juga:
Danau Toba Dikaji Jadi KEK, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Ciptakan Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera Utara
"Dunia digital menawarkan banyak alat kreatif yang memungkinkan siapa saja untuk belajar dan berkarya dari rumah," pungkasknya penuh optimisme.
[Redaktur: Alpredo Gultom]