JAKARTAWAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebelum melanjutkan tulisan artikel ini, izinkan saya menyampaikan pernyataan sebagai berikut:
“Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung adalah pemimpin hebat, namun terdapat sembilan karakter yang berpotensi menjadi kelemahan. Jakarta beruntung dipimpin Pramono, tetapi karakter-karakter tersebut, meskipun positif, perlu ditransformasikan menjadi kekuatan strategis serta didukung oleh masukan aktif dari publik.”
Baca Juga:
Pengusaha Padel Anggap Ultimatum Gubernur Pepesan Kosong
Uraian lengkap dari pernyataan tersebut dapat diikuti dalam artikel sebagaimana tertuang di bawah ini. Baiklah, saya mulai menguraikannya sebagai berikut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, bukanlah pemimpin sembarangan. Ia merupakan figur dengan rekam jejak panjang dan matang dalam dunia politik, pemerintahan, dan organisasi. Ia dikenal sebagai politikus senior yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal partai besar pemenang pemilu, yakni PDI Perjuangan, serta dipercaya menjadi Sekretaris Kabinet (Seskab) selama dua periode pada era Presiden Joko Widodo (2015–2024).
Pada masa pemerintahan tersebut, Pramono pertama kali dilantik pada 12 Agustus 2015 dan kembali ditunjuk dalam Kabinet Indonesia Maju pada 22 Oktober 2019. Ia kemudian mengundurkan diri pada 22 September 2024 untuk maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Di titik inilah Pramono memperlihatkan kehebatan atau kelihaian politik tingkat dewa dengan mampu maju sebagai calon gubernur dari partainya tanpa menimbulkan resistensi berarti dari berbagai pihak, bahkan memperoleh restu dari Presiden Joko Widodo.
Baca Juga:
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub dan Pemprov DKI Siapkan Posko hingga Rekayasa Lalu Lintas
Kehebatannya dalam memainkan peran sebagai penyeimbang di tengah dinamika politik nasional—termasuk dalam relasi yang tidak selalu harmonis antara Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri—menunjukkan kecakapan diplomasi serta kedewasaan politik yang tidak dimiliki banyak tokoh. Selain itu, Pramono Anung Wibowo juga dikenal memiliki kedekatan dan hubungan yang baik dengan Presiden terpilih hasil Pilpres 2024, Prabowo Subianto.
Sebagai pemimpin, Pramono dikenal memiliki karakter yang tenang, rasional, dan tidak reaktif. Ia cenderung mengedepankan pendekatan dialogis, membangun komunikasi lintas kepentingan, serta menjaga keseimbangan politik dalam berbagai situasi. Atas keseluruhan kualitas tersebut, Pramono layak disematkan sebagai pemimpin yang hebat.
Jika kehebatan, kelihaian, serta kemampuan Gubernur Pramono tersebut dianalogikan dengan cerita dunia persilatan, maka kepiawaiannya dalam “jurus” politik serta berbagai aspek kepemimpinan dapat disetarakan dengan sosok pendekar sakti mandraguna. Banyak pihak yang segan kepada Pramono, dan secara pribadi saya juga merasa segan serta sangat respek terhadap Gubernur Pramono Anung Wibowo.