Susatyo menjelaskan penangkapan ratusan pelajar yang terlibat aksi konvoi itu dilakukan mencegah potensi terjadinya tawuran. Ia juga berharap kehadiran orang tua dalam apel hari ini lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
"Tentunya ini menjadi perhatian bagi para orang tua yang saya hadirkan juga para hari ini bahwa ini menjadi momen bagi bapak ibu sekalian agar lebih mengawasi putra-putri kita di jalanan. Kami tidak ingin anak anak kami, adek-adek kami semua ini harus meregang nyawa sia-sia di jalanan dan sudah banyak buktinya, atau itu ketabrak mobil atau itu lakukan kekerasan senjata tajam dan sebagainya bahkan di antaranya ada anak-anak remaja putri," ucapnya.
Baca Juga:
ABK Kapal Kayu di Batam Bawa Sabu dari Malaysia, Jika Sampai Jakarta Dibayar Rp300 Juta
"Bulan puasa yang harusnya mencari bulan suci Ramadan, bulan yang kita penuh berkah, malah menjadi bulannya tawuran," sambungnya.
Setelah itu, para pelajar diminta membacakan surat pernyataan yang berisi janji tak akan mengulang perbuatannya serta bersedia diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi pun meminta agar mereka bersujud di kaki orang tua mereka. Tangisan pun pecah ketika para pelajar meminta maaf sambil bersujud.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]